Underpass Patal-Pusri Palembang Jadi Sasaran Pencuri Kabel dan Mobil Tinja

  • 06 Okt 2026 07:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kabel listrik pompa air Underpass Simpang Patal-Pusri Palembang terus menjadi sasaran pencurian berulang sepanjang tahun 2026
  • Akibat pemotongan kabel secara berulang, sistem kelistrikan tiga fasa pada pompa mengalami korsleting hebat hingga membuat mesin pompa air rusak total dan underpass terancam banjir saat hujan deras.
  • Selain aksi pencurian, petugas PJN III Sumsel menemukan praktik ilegal pembuangan limbah dari mobil tangki tinja tanpa plat nomor di saluran pembuangan underpass setiap akhir pekan.

RRI. CO.ID, Palembang - Ancaman banjir membayangi kawasan Underpass Simpang Patal-Pusri, Kota Palembang. Fasilitas vital penyeberangan bawah tanah ini terancam lumpuh total setelah mesin pompa penyedot air tak lagi berfungsi akibat ulah nekat spesialis pencuri kabel listrik yang beraksi berulang kali.

Aksi kejahatan jalanan ini tergolong nekat. Petugas Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sumsel mencatat, sepanjang tahun 2026 saja sudah terjadi tiga kali aksi pencurian kabel di lokasi yang sama. Bahkan, proteksi ekstra berupa coran beton tebal yang dibuat petugas untuk melindungi jalur kabel di belakang pos polisi tak sanggup menghentikan aksi pelaku. Coran beton tersebut dibongkar paksa demi mengembat gulungan tembaga di dalamnya.

PPK 3.1 PJN Sumsel, Marisa Fransisca Sitompul, mengungkapkan, rentetan pemotongan kabel terakhir terjadi secara masif hanya dalam hitungan hari pada akhir September 2026.

"Awalnya kami cek rutin tanggal 24, kabel di ruang genset sudah dipotong dan menyisakan tiga jalur. Besoknya, tanggal 25 sisa kabel itu disikat habis. Begitu kami cek jalur ke bak penampungan empat pompa, seluruhnya juga sudah dipotong," ujar Marisa saat dikonfirmasi, Senin, 5 Oktober 2026.

Kabel pompa air Underpass Simpang Patal-Pusri Palembang ditemukan dalam keadaan terpotong pada Jumat, 25 September 2026. (Foto: Dok PPK 3.1 PJN Sumsel)

Dampak pemotongan kabel secara mendadak ini fatal. Mesin pompa air yang mengandalkan arus listrik tiga fasa mengalami korsleting berat akibat terputusnya arus secara tidak seimbang. Walhasil, seluruh mesin pompa kini rusak total dan tidak bisa menyedot air genangan.

"Kerugian material kabel ini cukup besar, itu belum termasuk biaya perbaikan mesin dan jasa pemasangan. Sekarang kami harus menguras air penampungan secara manual memakai mobil tangki kecil agar bisa turun mengecek kondisi mesin di dasar bak," tambahnya.

Ironisnya, ulah kriminal di Underpass Simpang Patal-Pusri seolah tak tersentuh hukum secara maksimal. Petugas sebenarnya telah melaporkan kasus ini sejak insiden pertama pada Februari 2026. Pelaku yang diidentifikasi sebagai oknum pengamen jalanan yang kerap mangkal di sekitar underpass bahkan sempat tertangkap tangan dan diserahkan ke pihak kepolisian. Namun, hanya berselang satu minggu pascaditangkap, pelaku sudah kembali bebas berkeliaran di lokasi kejadian.

Tak hanya ancaman banjir akibat hilangnya kabel pompa, Underpass Simpang Patal-Pusri juga menghadapi persoalan pencemaran lingkungan. Petugas PJN III Sumsel kerap memergoki mobil tangki tinja yang nekat membuang muatan limbah kotoran langsung ke saluran pembuangan underpass.

“Biasanya mereka beraksi pada akhir pekan saat situasi sepi. Pengemudi mobil tangki sengaja melepas plat nomor kendaraan saat melancarkan aksinya,” beber Marisa.

Kabel genset Underpass Simpang Patal-Pusri Palembang ditemukan dalam keadaan terpotong pada Senin, 28 September 2026. (Foto: Dok PPK 3.1 PJN Sumsel)

Selain menimbulkan bau menyengat, pembuangan limbah ilegal ini dikhawatirkan merusak ekosistem dan memicu pencemaran lingkungan yang serius di sekitar saluran kota.

Fasilitas umum seperti underpass dibangun dengan dana publik yang sangat besar demi kenyamanan dan keselamatan mobilitas masyarakat. Marisa berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah.

“Mari kita jaga dan pedulikan sarana infrastruktur kota ini dengan saling mengawasi, serta tidak segan melaporkan setiap bentuk perusakan maupun kejahatan ke pihak berwajib demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....