Ujaran Kebencian Meningkat, Generasi Muda Diminta Bijak
- 26 Mar 2026 07:27 WIB
- Palembang
Poin Utama
- https://www.youtube.com/watch?v=vfd77S6DYac
RRI.CO.ID, Palembang - Maraknya ujaran kebencian di media sosial menjadi ancaman bagi keharmonisan sosial masyarakat. Fenomena ini mendorong generasi muda untuk lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital.
Ketua Umum Community of Science FMIPA UNSRI M Ihsan Rezky Titra mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial. Hal itu ia sampaikan dalam program Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Kita Indonesia, Senin 23 Maret 2026.
Ia menekankan pengguna media sosial perlu memilah informasi sebelum dipublikasikan. Langkah ini penting untuk mencegah munculnya konten yang merugikan pihak lain.
Menurutnya, masyarakat harus mulai mengoreksi diri sebelum menyampaikan pendapat. Hal ini terutama berlaku di ruang digital yang memiliki jangkauan luas.
“Kritik itu boleh, tapi harus membangun. Jangan sampai berubah jadi ujaran kebencian, karena pada dasarnya kita semua adalah saudara,” ujarnya.
Ia menjelaskan kritik yang disampaikan secara bijak dapat memperkuat kehidupan sosial. Sebaliknya, ujaran kebencian justru berpotensi memicu konflik di masyarakat.
Ihsan juga menyoroti tantangan dalam mengelola interaksi di media sosial di Indonesia. Jumlah pengguna yang besar membuat pengawasan menjadi tidak mudah.
“Dengan jumlah populasi besar, sulit mengontrol setiap individu dalam berkomentar. Namun perubahan bisa dimulai dari kesadaran masing-masing,” tuturnya.
Ia mengajak generasi muda menjadi pelopor dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Sikap saling menghargai dinilai menjadi kunci menjaga keharmonisan.
Menjaga persatuan menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Kesadaran bersama diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang positif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....