Seniman Palembang Sambut Positif Pengajuan Musik Dangdut Diakui Unesco

  • 26 Feb 2026 20:44 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang – Dengan adanya wacana dan dukungan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mendorong musik dangdut sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang diakui UNESCO atau Intangible Cultural Heritage.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari pelaku seni dangdut di Palembang. Said Muhammad atau Kak Mo, pengurus Dewan Kesenian Palembang (DKP) Bidang Musik, menilai dangdut memang pantas diakui sebagai warisan budaya Indonesia.

Menurutnya, selama ini dangdut kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai musik modern biasa, bahkan terkesan “kampungan”. Padahal, dangdut memiliki sejarah panjang dan identitas kuat seperti halnya musik keroncong.

“Kami setuju dan mendukung penuh kalau didaftarkan ke UNESCO. Kalau dunia mengakui, pemerintah juga harus lebih serius memperhatikan dangdut,” katanya ketika berbincang dengan RRI, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia bahkan menggagas ajang “Bintang Dangdut Plus”, yakni lomba yang tidak hanya menilai kemampuan vokal, tetapi juga keterampilan memainkan alat musik serta pemahaman sejarah dan budaya Palembang.

Kak Mo yang juga pengurus Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) berharap pengakuan UNESCO nantinya tidak berhenti sebatas simbol, tetapi diikuti dukungan nyata berupa event, pembinaan, dan ruang pertunjukan bagi komunitas dangdut.

Ia juga menyoroti kondisi musisi dangdut di Palembang yang dinilai cukup miris. Pertunjukan yang semakin terbatas membuat banyak grup dangdut lebih memilih tampil di daerah-daerah luar kota.

Sementara itu, Aris Rinaldi Asgard, pelaku seni dari Fantastic Record sekaligus pengurus PAPPRI Sumsel, juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Kebudayaan.

“Dangdut sangat digemari dari masyarakat bawah hingga kalangan atas. Insya Allah bisa bersaing dengan musik luar negeri,” ujarnya optimistis.

Sebagai pencipta lagu, Aris mengaku karya-karyanya telah terdaftar di Wahana Musik Indonesia sehingga sistem royalti berjalan secara berkala. Ia pun berkomitmen mendorong regenerasi dengan memberi ruang bagi penyanyi muda produktif untuk tampil dan berkembang.

Para pelaku seni berharap, jika dangdut resmi diakui UNESCO, maka perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan musisi, ruang kreatif, serta pelestarian budaya dangdut di daerah akan semakin kuat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....