Membangun Oasis Asri di Tengah Kota Palembang
- 04 Feb 2026 00:19 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Menghadirkan ruang hijau di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas perkotaan bukanlah hal mustahil. Hal itu dibuktikan oleh Prima Namira Ayuditia Haris atau akrab disapa Mira Haris, owner kedai kopi LCT Universe (sebelumnya Lacete Coffee), yang menjadikan kegiatan bertanam sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus identitas usahanya.
Ditemui dalam Sriwijaya Pagi segmen Green Radio via telpon, Mira bercerita bahwa ketertarikannya pada dunia tanam-menanam berawal dari upaya sederhana menghijaukan kedai kopi lamanya yang berada di pusat kota Palembang. Lokasi yang sempit, panas, bising, dan sarat polusi mendorongnya menata berbagai tanaman dalam pot, digantung dan disusun di rak-rak sederhana.
“Awalnya cuma ingin bikin adem saja. Ternyata setelah ditanami, suasananya langsung berubah, kayak oasis di tengah kota,” ujar Mira dalam Sriwijaya Pagi Pro 4 RRI Palembang, Jumat, 16 Januari 2026.
Tanpa disadari, kegiatan tersebut berkembang menjadi hobi serius. Bersama karyawan kedainya, Mira aktif mencari bibit, bahkan saling berbagi dengan teman. Tanaman yang dipilih pun bukan tanaman mahal, melainkan tanaman “nakal” yang mudah dirawat seperti janda bolong, srigading, lidah mertua, hingga aglonema.
Menurut Mira, keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak bertanam. Pekarangan kecil, bahkan sudut rumah sekalipun, dapat dimanfaatkan dengan pot, rak, maupun sistem tanam gantung. “Yang penting niat dan sabar. Tidak harus mahal,” jelasnya.
Kecintaan terhadap dunia tanam ternyata telah tumbuh sejak kecil. Ia mengaku terbiasa membantu orang tuanya memetik sayur dan rempah dari pekarangan rumah.
Pengalaman itu membekas hingga dewasa dan kini diterapkan kembali, termasuk di lokasi baru kedainya di kawasan Tanjung Barangan.
Di tempat baru yang lebih luas dan asri tersebut, Mira mulai mengembangkan konsep apotek hidup dan kebun produktif. Berbagai tanaman seperti kencur, temulawak, cabai, tomat, timun, hingga sayuran daun ditanam dan dapat langsung dipanen untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain berdampak pada kesehatan dan lingkungan, kegiatan bertanam juga dinilai memiliki nilai edukatif dan ekonomi, khususnya bagi generasi muda. “Memang tidak untuk dijual, tapi sangat terasa manfaatnya. Lebih hemat, lebih segar, dan kita tahu apa yang kita makan,” katanya.
Menurut Mira, bertanam dapat menjadi sarana pembelajaran kepedulian, kemandirian, hingga ketahanan pangan skala rumah tangga. “Di kota seperti Palembang, bertanam itu sangat mungkin. Tidak perlu lahan luas, bisa pakai pot, karung, atau urban planting. Yang penting rajin dan konsisten,” tambahnya.
Melalui kebiasaan sederhana menghijaukan ruang sekitar, Mira berharap semakin banyak masyarakat, khususnya anak muda, yang tergerak untuk menanam. Karena ruang hijau bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga investasi kesehatan dan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....