DJ Qinoy Torsten Rilis Lagu Tentang Fenomena Anak Muda Bergaya Hedon

  • 26 Mei 2026 22:12 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID , Palembang - DJ Qinoy Torsten kembali mengebrak pasar musik elektronik dengan merilis single terbaru "Ngomng Kotor" berkonsep EDM Disco khas BKB (Breakbeat Kejut Bahu). Dalam proyek terbarunya, Qinoy kembali menggandeng Bayu Valerinoya dan Nesto untuk menghadirkan warna musik yang enerjik dan dekat dengan gaya hidup anak muda.

Kolaborasi ini menjadi reuni musikal antara Qinoy dan Bayu Valerinoya setelah sebelumnya sukses merilis single “Maybe I Called it Love” pada tahun 2015. Sementara itu, Nesto dikenal sebagai partner duet Qinoy dalam beberapa proyek musik sekaligus sosok rapper kebanggaan Sumatera Selatan yang konsisten membawakan karya berbahasa daerah.

Mengusung genre EDM Disco dengan sentuhan BKB, lagu terbaru ini memadukan nuansa modern clubbing dengan lirik bilingual Indonesia dan bahasa Palembang. Konsep tersebut dihadirkan untuk memperkuat identitas lokal sekaligus mengikuti tren musik elektronik yang sedang berkembang di kalangan generasi muda.

Selain dikenal sebagai penyanyi café, Bayu Valerinoya juga terus mengembangkan kemampuan di bidang sound engineering dan music producing. Perpaduan pengalaman musikal dari ketiga musisi ini membuat karya terbaru mereka tampil lebih matang dengan karakter khas Palembang yang kuat.

Sementara Nesto memberikan sentuhan rap dan logat daerah yang menjadi ciri khasnya dalam setiap lagu. Kehadiran unsur hip hop dan RnB dari Nesto dinilai mampu memperkaya aransemen EDM Disco yang diusung dalam single terbaru tersebut.

Lagu ini sendiri bercerita tentang kehidupan seorang anak dugem yang gemar masuk ke club malam secara gratis namun tetap tampil bergaya hedon. Cerita tersebut dikemas secara ringan, jenaka, dan dekat dengan realitas kehidupan malam anak muda masa kini.

“Musik ini kami buat untuk menghibur sekaligus membawa identitas Palembang ke warna EDM yang lebih modern dan bisa diterima luas,” ujar Qinoy dalam siaran pers yang diterima RRI pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia juga berharap karya tersebut dapat menjadi warna baru bagi industri musik elektronik lokal Sumatera Selatan.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang musik dugem, tapi juga tentang kebanggaan memakai bahasa daerah dalam karya modern,” ungkap Nesto. Dengan perilisan single terbaru ini, ketiganya optimistis dapat membawa musik EDM Palembang semakin dikenal di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....