Bekila, Cara Lama Masyarakat Besemah Menikmati Rekreasi Alam
- 29 Mar 2026 10:09 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Tradisi lama masyarakat Besemah yang dikenal dengan istilah bekila kembali menjadi perbincangan sebagai bentuk rekreasi sederhana yang sarat nilai kebersamaan.
Pemerharti Budaya Besemah dan Dosen Pertanian Universitas Taman Siswa Palembang, Syafran Jali, menjelaskan, bekila merupakan kegiatan berjalan bersama menuju suatu tempat alam terbuka untuk berwisata bersama. Lokasi kegiatan dipilih seperti air terjun, pinggir sungai, maupun kebun, yang dilakukan secara berkelompok.
“Kalau sekarang dikenal dengan piknik atau rekreasi, dulu di Besemah istilahnya bekila. Kegiatannya sama, jalan-jalan sambil menikmati alam,” ujar Syafran, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurutnya, tradisi ini kerap dilakukan oleh siswa sekolah pada masa lalu, terutama menjelang akhir semester atau setelah ujian. Para siswa berjalan kaki bersama guru menuju lokasi tujuan, bahkan bisa menempuh jarak hingga lima hingga enam kilometer.
Sebelum berangkat, siswa biasanya telah diberi tahu oleh guru untuk membawa bekal makanan dari rumah. Bagi siswa yang masih kecil, bekal tersebut disiapkan oleh orang tua, sementara siswa yang lebih besar mulai mandiri membawa makanan sendiri.
Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang menjadi momen utama kebersamaan. Para siswa saling berbagi makanan, mencicipi bekal teman, serta menikmati suasana alam.
“Yang paling diingat itu kebersamaan. Makan bersama, saling berbagi, itu yang membuat suasana jadi menyenangkan,” katanya.
Tak hanya makan bersama, kegiatan bekila juga diisi dengan berbagai aktivitas seperti bernyanyi, bermain musik, berpantun, hingga menampilkan drama sederhana. Di beberapa lokasi seperti sungai, siswa juga diperbolehkan mandi atau berenang dengan pengawasan guru.
Selain menjadi sarana rekreasi, bekila juga memiliki nilai edukatif. Siswa kerap diminta membuat cerita atau tulisan tentang pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung, mulai dari persiapan hingga aktivitas di lokasi.
Syafran Jali yang juga pengisi acara program acara Behusek di Pro 4 RRI menambahkan, tradisi bekila tidak hanya dilakukan oleh anak sekolah, tetapi juga oleh kalangan bujang gadis maupun keluarga sebagai bentuk wisata sederhana.
“Bekila ini sebenarnya umum, bisa dilakukan siapa saja. Kalau sekarang orang bilang piknik keluarga, di Besemah ya tetap disebut bekila,” jelasnya.
Meski kini mulai tergeser oleh berbagai bentuk hiburan modern, tradisi bekila masih dapat ditemukan, terutama di wilayah pedesaan. Keterbatasan akses hiburan di desa justru membuat tradisi ini tetap bertahan sebagai alternatif rekreasi yang murah dan merakyat.
Dengan nilai kebersamaan, kesederhanaan, serta kedekatan dengan alam, bekila dinilai sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....