Dubas Niza Bagikan Pengalaman Ikut Duta Bahasa Sumatra Selatan

  • 26 Mar 2026 08:32 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang — Harapan 1 Duta Bahasa Sumatra Selatan 2025, Yulianniza Marshanda, membagikan pengalamannya mengikuti ajang Pemilihan Duta Bahasa Sumatera Selatan. Ia menilai ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pengembangan diri dan pengabdian bahasa.

Hal itu disampaikannya dalam Program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang pada Senin, 16 Maret 2026. Menurut Niza, ketertarikannya mengikuti ajang itu berangkat dari kecintaannya pada bahasa sejak kecil.

“Saya dari kecil memang suka belajar bahasa dan karya sastra, jadi tertarik ikut Duta Bahasa,” katanya. Latar belakang pendidikan bahasa Inggris juga memperkuat keinginannya untuk terlibat.

Niza menjelaskan, Duta Bahasa memiliki peran penting dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, Duta Bahasa juga mendorong pelestarian bahasa daerah serta penguasaan bahasa asing.

“Kami mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ujarnya. Prinsip itu dikenal sebagai Trigatra Bangun Bahasa.

Yulianniza mengaku proses seleksi yang dijalani cukup menantang. Peserta harus melewati tahapan UKBI, UKBD, UKBA, wawancara, hingga presentasi program kerja.

Ia menyebut salah satu tantangan terberat adalah mempresentasikan krida atau program kerja di depan dewan juri. Menurutnya, peserta harus mampu menunjukkan bahwa ide yang dibawa benar-benar relevan dan berdampak.

“Tantangan paling berat itu saat mempresentasikan krida dan meyakinkan juri,” katanya. Ia menilai kesiapan mental menjadi faktor penting dalam proses seleksi.

Meski demikian, Yulianniza mengaku banyak pengalaman berharga yang didapat selama mengikuti pemilihan. Salah satunya adalah meningkatnya kepercayaan diri dalam berbicara di depan publik.

“Sebelumnya saya cukup gugup bicara di depan banyak orang, tapi setelah ikut Duta Bahasa saya jadi lebih berani,” ujarnya. Ia juga merasa mendapat lingkungan yang suportif selama masa pembekalan.

Di akhir perbincangan, Yulianniza mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengikuti ajang tersebut. Ia berharap semakin banyak anak muda yang ikut berkontribusi menjaga bahasa dan budaya daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....