Teater Dulmuluk Palembang Menjaga Tradisi lewat Adaptasi

  • 10 Feb 2026 19:34 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Pelestarian teater tradisional Dulmuluk di Palembang terus dilakukan melalui edukasi dan regenerasi seniman muda. Hal tersebut dibahas dalam ragam acara SPADA Pro 2 Palembang bersama Ketua Sanggar Dulmuluk Harapan Jaya, Randi, Minggu, 8 Februari 2026.

Randi mengatakan pementasan Dulmuluk kini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi acara. “Sekarang kita sudah mulai mengambil penggalan-penggalan cerita yang bisa ditampilkan dalam durasi 15 sampai 30 menit,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada masa lalu pementasan Dulmuluk berlangsung cukup panjang. Pertunjukan biasanya dimulai setelah Isya dan berakhir hingga sekitar pukul 04.00 subuh.

Penyesuaian durasi dilakukan tanpa menghilangkan ciri khas Dulmuluk. Dialog bersajak, tata busana, properti, dan artistik tetap dipertahankan dalam pementasan.

Cerita Dulmuluk diangkat dari Syair Sultan Abdul Muluk karya Raja Ali Haji dari Kepulauan Riau. Dalam pementasan saat ini, sanggar memilih bagian cerita yang relevan dengan tema kegiatan.

Menurut Randi, pesan moral dalam Dulmuluk dapat disesuaikan dengan konteks acara. Nilai kesetiaan dan perjuangan tokoh perempuan menjadi salah satu pesan utama yang sering ditampilkan.

Saat ini, Sanggar Dulmuluk Harapan Jaya masih aktif mementaskan Dulmuluk, terutama dalam kegiatan pemerintah dan agenda kebudayaan. Pertunjukan biasanya digelar pada pameran daerah, festival seni, dan kegiatan resmi lainnya.

Sebagai upaya regenerasi, sanggar membuka casting terbuka bagi pelajar hingga masyarakat umum tanpa batasan usia. “Semua bisa ikut, dari SMP sampai umum, nanti akan dilatih sesuai perannya,” kata Randi.

Randi menyebut casting tersebut direncanakan berlangsung pada Maret 2026 dan dilanjutkan dengan pementasan revitalisasi pada April. Ia berharap keterlibatan generasi muda dapat memperkuat pelestarian Dulmuluk ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....