Siasat UMKM Kuliner Bertahan: Inovasi Menu Tanpa Rusak Rasa Asli

  • 16 Sep 2026 13:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pelaku UMKM kuliner harus terus berkreativitas dan berinovasi dalam mengembangkan menu untuk tetap bertahan menghadapi kompetisi pasar yang ketat.
  • Cheff Mansyur, Ketua PCPI wilayah Sumsel, menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk sebagai strategi utama kesuksesan UMKM kuliner.
  • Acara Teras UMKM Lokak Kito menjadi platform dialog antara RRI dengan para pelaku UMKM untuk berbagi wawasan tentang pengembangan bisnis kuliner.

RRI.CO.ID, Palembang - Persaingan bisnis kuliner yang kian ketat memaksa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memutar otak. Tanpa keberanian memperbarui sajian, produk lokal berisiko tenggelam di tengah gempuran tren makanan kekinian.

Kreativitas dan inovasi menu menjadi benteng utama agar usaha kuliner sanggup bertahan dalam jangka panjang.

Ketua Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Wilayah Sumatera Selatan, Chef Mansyur (35), menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku UMKM yang ingin usahanya tetap hidup.

“Pelaku UMKM kalau ingin tetap eksis dengan usahanya harus terus meningkatkan kualitas produk, selalu berkreasi dan berinovasi. Jika ini tidak dilakukan, usaha Anda akan tertinggal dan tergerus zaman,” kata Chef Mansyur saat berbincang dalam program Teras UMKM Lokak Kito RRI, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Mansyur, salah satu langkah praktis yang bisa diambil pelaku usaha adalah mengawinkan cita rasa lokal dengan sentuhan internasional. Perpaduan ini mampu menghadirkan sensasi rasa baru yang unik tanpa mengasingkan lidah konsumen lokal.

Ia juga mengingatkan pentingnya beradaptasi dengan pergeseran selera pasar dari waktu ke waktu.

“Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Hal ini menjadi acuan jika kita ingin memajukan produk dan terus berinovasi. Jangan takut menciptakan improvisasi menu baru,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, PCPI Sumsel rutin menggelar pelatihan edukatif bagi para pelaku UMKM. Fokus utamanya adalah mengajarkan teknik eksplorasi resep tanpa merusak fondasi rasa yang sudah menjadi identitas produk.

Inovasi, lanjut Mansyur, bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti memodifikasi variasi rasa atau topping, sementara racikan adonan utama tetap patuh pada Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Untuk mempertahankan rasa dasar harus tetap menerapkan SOP. Tapi untuk pengembangannya jangan stagnan. Misal kue sus, cita rasanya tetap, namun yang diinovasi bisa pada topping atau isiannya. Ini penting untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....