Peci Songket Palembang Padukan Budaya Lokal dan Fesyen Muslim
- 08 Sep 2026 12:49 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Peci songket merupakan inovasi produk yang menggabungkan kain songket khas Palembang dengan kebutuhan fesyen muslim modern.
- Syawaluddin, pemilik Alza Peci Palembang, mengembangkan produk ini sejak 2020 setelah melihat peluang bisnis dari motif kain songket yang unik.
- Produk ini mewakili kreativitas lokal yang memanfaatkan warisan budaya tekstil Palembang untuk menciptakan nilai tambah di pasar fesyen muslim.
RRI.CO.ID, Palembang - Kreativitas memanfaatkan kain songket melahirkan produk peci dengan ciri khas Palembang. Inovasi tersebut menggabungkan nilai budaya lokal dengan kebutuhan fesyen muslim yang terus berkembang.
Pemilik Alza Peci Palembang, Syawaluddin, mengatakan ide membuat peci songket muncul pada 2020. Ia melihat peluang dari kain songket yang memiliki motif khas dan berbeda dari peci hitam pada umumnya.
“Awalnya terpikir membuat peci, tetapi peci hitam sudah banyak. Kemudian saya melihat kain songket dan mencoba menggunakannya sebagai bahan peci,” ujarnya dalam Teras UMKM, Jumat, 4 September 2026.
Syawaluddin menjelaskan proses pembuatan peci dilakukan secara bertahap dengan belajar secara mandiri. Ia memanfaatkan berbagai sumber informasi, termasuk media sosial, untuk mempelajari teknik produksi dan menentukan desain.
Pada tahap awal, proses produksi tidak selalu berjalan lancar. Sekitar 50 peci mengalami kegagalan sebelum akhirnya ia menemukan pola dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
“Proses awal tidak langsung menghasilkan produk sempurna. Di awal produksi sempat mengalami kegagalan sebelum akhirnya ia menemukan peci yang sesuai diharapkan konsumen,” jelasnya.
Setelah menemukan desain yang tepat, Syawaluddin mengembangkan ukuran peci berdasarkan lingkar kepala pengguna. Ukuran tersebut dibuat agar produk lebih nyaman digunakan oleh berbagai kalangan.
Selain mengutamakan tampilan, Alza Peci juga memperhatikan kualitas bahan. Bagian dalam peci dibuat menggunakan material yang tidak mudah patah dan tahan terhadap air.
Produk tersebut juga dilengkapi lubang udara untuk membantu sirkulasi. Fitur tersebut membuat peci tetap nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.
Alza Peci menyediakan beberapa pilihan produk berdasarkan jenis bahan songket. Peci berbahan songket mesin dipasarkan sekitar Rp50 ribu, sedangkan songket asli buatan manual memiliki harga sekitar Rp150 ribu.
Syawaluddin menyebut pemasaran produk kini telah menjangkau berbagai wilayah di luar Palembang. Pemanfaatan media sosial dan perdagangan daring membantu memperluas pasar produk.
“Kami sering menerima pesanan hingga luar Palembang. Bahkan produk dari Alza Peci Palembang sudah sampai ke Malaysia dan Singapura,” ujar Syawaluddin.
Ia berharap inovasi peci songket dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan kekayaan budaya Palembang kepada masyarakat luas. Produk tersebut juga diharapkan mampu memperkuat peran UMKM dalam mengembangkan produk berbasis budaya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....