Intip Rahasia Caha Ciya Group Kelola 100 Kolam Lele Modern
- 10 Agt 2026 10:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Caha Ciya Group mengembangkan budidaya lele dengan pola pengelolaan modern dan higienis di kawasan Talang Jambe, Palembang.
- Operasi budidaya mencakup lebih dari 100 kolam waring dengan berbagai ukuran mulai dari 3x4 meter hingga 6x8 meter.
- UMKM pecel lele terus bertahan dan berkembang meski menghadapi tantangan peningkatan biaya produksi.
RRI.CO.ID, Palembang - Usaha budidaya lele terus dikembangkan Caha Ciya Group dengan menerapkan pola pengelolaan modern dan higienis. Budidaya tersebut berada di kawasan Talang Jambe, Palembang. Budidaya lele tersebut dikembangkan di area 100 an kolam waring dengan berbagai ukuran, mulai dari 3x4 meter, 4x6 meter hingga 6x8 meter di wilayah Talang Jambe, Palembang, Sumatera Selatan.
Owner Caha Ciya Group, Asi Karlina Intan Sari atau Kak Ciya, mengatakan, usaha perikanan menjadi salah satu lini bisnis yang dikembangkan karena memiliki latar belakang keluarga di bidang perikanan. “Setiap minggu kami memasukkan sekitar 100 ribu bibit lele dan menargetkan produksi sekitar 10 ton per minggu,” ujar Kak Cia dalam program Teras UMKM di Pro 4 RRI Palembang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pengelolaan lele dilakukan dengan memperhatikan kualitas pakan dan kondisi air. Tim secara rutin memeriksa tingkat keasaman atau pH air untuk menjaga kesehatan ikan.
Pakan lele juga dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai bahan yang diolah terlebih dahulu. Di antaranya sisa ikan, kepala ayam, sayuran, hingga tanaman yang dibudidayakan di sekitar kolam.
Menurutnya, pola tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan lele sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pakan tertentu. Selain menjual lele segar, Caha Ciya Group mengembangkan sejumlah produk olahan. Di antaranya lele marinasi, abon lele dan lele asap.
“Untuk pengasapan, kami sudah menggunakan oven agar proses produksinya lebih terkontrol, tetapi rasa khas asap tetap dipertahankan,” katanya.
Produk lele saat ini masih dipasarkan di wilayah Palembang. Permintaan dari masyarakat maupun rumah makan disebut cukup tinggi sehingga produksi belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Kak Ciya menambahkan, pengembangan budidaya dilakukan melalui pembelajaran bersama petani, tim internal dan pihak terkait. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menemukan pola pemeliharaan yang sesuai.
Ia berharap usaha perikanan tersebut tidak hanya menjadi bisnis, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....