Laris Manis, Es UNI Palembang Tembus 400 Cup per Hari

  • 02 Agt 2026 12:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Es UNI telah beroperasi sejak tahun 2020 dan tetap menjadi pilihan masyarakat karena mempertahankan cita rasa autentik serta menggunakan bahan baku berkualitas.
  • Usaha minuman ini telah berkembang menjadi tiga cabang yang tersebar di lokasi strategis seperti dekat SMP Negeri 26 Palembang, depan Apotek Cahaya Jalan Sosial, dan kawasan SLB Karya Ibu.
  • Semua cabang Es UNI melayani pelanggan setiap hari dengan jam operasional yang konsisten yaitu pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB untuk memenuhi kebutuhan konsumen sepanjang siang dan malam.

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah menjamurnya berbagai minuman kekinian, usaha alpukat kocok dan es durian kocok di Jalan Sosial, tepatnya di depan Apotek Cahaya, Palembang masih menjadi pilihan masyarakat. Es UNI yang telah membuka usahanya sejak 2020, usaha ini mampu mempertahankan pelanggan karena cita rasa autentik dan penggunaan bahan baku berkualitas.

Es UNI ini saat ini telah berkembang dengan memiliki tiga cabang, yakni di dekat SMP Negeri 26 Palembang, di depan Apotek Cahaya Jalan Sosial dan di kawasan SLB Karya Ibu. Seluruh cabang melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Pelanggan yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran hingga masyarakat umum. Konsistensi kualitas produk membuat usaha ini tetap ramai meski persaingan bisnis minuman semakin ketat.

Untuk harga, alpukat kocok ukuran kecil dibanderol Rp9.000, sedangkan ukuran besar varian original dijual Rp13.000. Sementara es durian kocok dijual Rp12.000 untuk ukuran kecil dan Rp17.000 untuk ukuran besar.

"Meski harga bahan baku beberapa kali mengalami kenaikan, pengelola memilih mempertahankan kualitas tanpa mengurangi takaran maupun mutu produk. Seluruh menu dibuat menggunakan buah alpukat asli, durian asli dan susu premium sehingga menghasilkan rasa yang segar dengan tekstur lembut," ujar Indah. Sabtu, 1 Agustus 2026.

Selain menu andalan alpukat kocok original dan es durian kocok, pengelola juga menghadirkan berbagai varian baru seperti green tea, thai tea, Nescafe dan es jeruk. Inovasi tersebut dilakukan untuk mengikuti perkembangan selera konsumen tanpa menghilangkan cita rasa khas yang telah dikenal pelanggan.

Salah satu pengelola Es UNI, Indah mengatakan kualitas bahan menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Menurutnya, seluruh minuman dibuat menggunakan bahan asli dan berkualitas premium agar cita rasa tetap konsisten.

Indah mengungkapkan, penjualan rata-rata mencapai sekitar 300 cup per hari untuk setiap cabang. Pada akhir pekan maupun hari-hari ramai, jumlah penjualan bahkan dapat meningkat hingga sekitar 400 cup per hari.

Salah seorang pelanggan, Nabila mengaku membeli alpukat kocok maupun es durian, biasanya dua hingga lima kali setiap bulan. Ia menilai rasa buah yang dominan, tekstur yang lembut, porsi yang cukup banyak serta harga yang terjangkau menjadi alasan utama tetap memilih minuman tersebut.

Nabila juga mengetahui usaha itu dari rekomendasi seorang kreator konten di media sosial dan kini mengikuti akun media sosialnya untuk mendapatkan informasi menu terbaru.

Indah berharap usaha Es UNI, alpukat kocok dan es durian kocok terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Target berikutnya adalah memiliki bangunan ruko sendiri untuk cabang di Jalan Sosial, menyusul dua cabang lainnya yang telah memiliki ruko.

Dengan menjaga kualitas bahan baku dan terus menghadirkan inovasi menu, usaha ini membuktikan minuman berbahan alami tetap mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan bisnis minuman kekinian.

Liputan: Alya Zahira Zaldi, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....