Nekat Resign Bank, Amilus Sukses Rakit Cuan dari Kedai Kopi Umak

  • 30 Jul 2026 17:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Indonesia merupakan salah satu produsen utama kopi dunia dengan potensi komoditi yang sangat menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Amilus, pemilik Kedai Kopi Umak berusia 35 tahun, menekankan bahwa kesuksesan usaha memerlukan tekad yang kuat, usaha, dan upaya yang konsisten.
  • Usaha kopi dapat berkembang melalui komitmen jangka panjang dan manajemen usaha yang baik, sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan kedai kopi modern di Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Keputusan Amilus (35) pada pertengahan 2020 silam terbilang nekat. Ia memilih angkat kaki dari zona nyaman industri perbankan demi merawat mimpi lamanya: memutar roda bisnis kopi.

Kini, dari sepetak lahan milik orang tuanya di Jalan Trikora Palembang, kedai bertajuk Kedai Kopi Umak itu tegak berdiri dan terus mengucurkan cuan. Di tengah sengitnya persaingan industri kopi Indonesia, Amilus membuktikan bahwa keberanian melepaskan seragam kantoran tak berujung penyesalan.

"Minat membuka kedai kopi sudah ada sejak lama, namun baru terealisasi setelah saya resmi resign dari perbankan sekitar 2020 lalu. Semua bermula dari kegemaran saya minum kopi sebagai teman pagi atau sore. Lalu saya berpikir, kenapa tidak buka kedai sendiri saja?" tutur Amilus saat berbincang dalam program Teras UMKM di RRI, Senin, 27 Juli 2026.

Langkah awalnya tak langsung megah. Tanpa barista mentereng atau mesin ekspreso ratusan juta, Amilus memulai peruntungannya secara gerilya dari rumah: berjualan biji kopi eceran kiloan berdasarkan pesanan.

Strategi pemasarannya unik. Setiap kali pembeli datang ke rumah untuk menimbang pesanan, Amilus selalu menyuguhkan secangkir kopi seduh racikannya secara cuma-cuma. Dari meja tamu sederhana inilah benih kedai kopi tumbuh.

"Sambil menunggu kopi ditimbang dan dibungkus, pembeli kita suguhkan kopi gratis. Dari usulan para pembeli itulah akhirnya kita beranikan buka kedai resmi yang berbayar. Alhamdulillah, peminatnya ternyata sangat banyak," kenang Amilus.

Dapur bisnisnya pun menyimpan cerita hangat. Awalnya, usaha ini mengusung merek Kopi 99. Namun, menyadari bahwa gudang, tempat operasional, hingga dukungan moral terbesar datang dari sang ibu (umak dalam bahasa lokal), Amilus merombak identitas usahanya menjadi Kopi Umak.

Bagi mantan bankir ini, kunci bertahan di tengah gempuran gelombang kedai kopi modern tidaklah muluk-muluk. Ia memegang teguh prinsip memanfaatkan apa yang ada di tangan ketimbang menunggu modal sempurna.

"Dalam berbisnis, kita harus memilih apa yang kita sukai dan apa yang kita miliki terlebih dahulu. Setelah itu, jalankan rutinitas dengan fokus dan konsisten. Yakinlah rezeki itu selalu ada, hasil tidak akan mengkhianati usaha," tutup Amilus lugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....