Perempuan Muara Enim Belajar Kewirausahaan Jamur Tiram

  • 25 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan perempuan dan budidaya jamur tiram pada 24 Juli 2026 di Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang.
  • Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muara Enim untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan.
  • Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PUG PP) yang berbasis pada potensi lokal masyarakat setempat.

RRI.CO.ID, Muara Enim- Pemerintah Kabupaten Muara Enim memberikan pelatihan Kewirausahaan Perempuan dan Budidaya Jamur Tiram serta Olahan Jamur Tiram Tahun 2026 yang digelar di Kantor Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Jumat 24 Juli 2026. Kegiatan itu dilaksanakan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muara Enim.

Kepala DPPPA Kabupaten Muara Enim, Husin Aswadi mengatakan kegiatan kewirausahaan itu untuk terus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan dengan memberikan pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Legiatan iru juga merupakan bagian dari program Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PUG PP).

“Bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, terutama kelompok rentan agar memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen DPPPA dalam meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi.” ujar Husin.

Pihaknya ingin para peserta memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satunya dengan Budidaya Jamur Tiram serta Olahan Jamur Tiram.

Pelatihan dipimpin Kepala Bidang PUG PP DPPPA Kabupaten Muara Enim, Rodiah bersama tim Bidang PUG PP. Sebanyak 30 peserta yang berasal dari berbagai kelompok perempuan rentan.

Peserta terdiri atas perempuan dari keluarga kurang mampu, perempuan kepala keluarga, perempuan korban kekerasan termasuk korban perkawinan usia anak, hingga penyandang disabilitas yang memiliki semangat untuk memulai usaha.

Menurut Husin selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi kewirausahaan, tetapi juga praktik budidaya jamur tiram mulai dari proses pembibitan, perawatan hingga panen. “Selain itu, peserta dibekali keterampilan mengolah jamur tiram menjadi berbagai produk bernilai tambah yang memiliki potensi pasar," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, DPPPA juga menyosialisasikan pemenuhan indikator Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Desa Panang Jaya sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang ramah perempuan dan anak.

"Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam mendukung terwujudnya Ruang Bersama Indonesia, sehingga Desa Panang Jaya dapat menjadi desa yang aman, inklusif, serta memberikan ruang yang setara bagi perempuan dan anak untuk berkembang," katanya.

Husin menegaskan, DPPPA akan terus menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup perempuan. Menurutnya, perempuan yang mandiri secara ekonomi akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung pembangunan daerah.

"Melalui pelatihan ini kami berharap semakin banyak perempuan yang mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi peluang usaha. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mewujudkan perempuan yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing," pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....