Kue Tradisional Jadi Peluang Usaha Menjanjikan Masa Kini
- 09 Jun 2026 21:22 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah maraknya kuliner modern, kue tradisional masih mampu bertahan dan diminati masyarakat. Kondisi tersebut membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan produk berbasis kuliner lokal.
Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan peluang tersebut adalah Lasma Tarida Gultom. Perempuan itu mengembangkan usaha kue tradisional dengan merek Mak Jovanka di Palembang.
Lasma mengaku baru mulai serius menjalankan usahanya dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, berbagai jenis kue hanya dibuat untuk kebutuhan konsumsi keluarga di rumah.
Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya mengembangkan usaha secara lebih profesional. Dukungan dari lingkungan sekitar juga membuatnya semakin yakin untuk berjualan.
Dalam program Teras UMKM Lokak Kito Pro 4 RRI Palembang pada Sabtu, 6 Juni 2026, Lasma menceritakan perjalanan usahanya. Ia mengaku belajar membuat berbagai jenis kue secara mandiri melalui media sosial dan YouTube.
Melalui proses belajar tersebut, Lasma mulai mengembangkan beragam resep kue tradisional. Ia berupaya mempertahankan cita rasa yang akrab di lidah masyarakat.
Produk yang dibuat meliputi kue lapis, sentiling, bugis, gemblong, dan dadar gulung. Dari berbagai varian tersebut, dadar gulung menjadi salah satu produk yang paling diminati pelanggan.
Seiring meningkatnya permintaan, Lasma mulai memperluas pemasaran produknya. Ia menggunakan sistem titip jual di sejumlah lokasi yang berada di sekitar Kota Palembang.
Strategi tersebut dilakukan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Cara itu juga dinilai efektif bagi usaha rumahan yang masih dalam tahap pengembangan.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat. Produk kue basah dijual mulai Rp1.000, sedangkan varian tertinggi mencapai Rp5.000 per buah.
Lasma menilai kue tradisional memiliki pasar yang cenderung stabil dibanding produk musiman. Masyarakat dinilai sudah mengenal dan menyukai cita rasa tersebut sejak lama.
Menurutnya, keberhasilan usaha kuliner tidak hanya ditentukan oleh variasi produk. Pelaku usaha juga harus mampu menjaga kualitas dan rasa secara konsisten.
Ia mengingatkan pentingnya mempertahankan resep yang telah diterima pelanggan. "Kalau resepnya sudah cocok, jangan diubah lagi nanti konsumen kecewa berubah rasa," ungkapnya.
Lasma menegaskan konsistensi menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen dalam usaha kuliner. Ia berharap usahanya terus berkembang sekaligus ikut menjaga keberadaan kue tradisional di tengah persaingan kuliner modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....