Racikan Herbal Toko Mirei, Cara Anak Muda Beralih dari Minuman Manis
- 22 Jul 2026 19:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Masyarakat khususnya anak muda mulai beralih dari minuman kekinian tinggi gula ke pilihan minuman herbal yang lebih sehat dan ramah bagi tubuh.
- Septi Arniza, pemilik Toko Mirei berusia 30 tahun, memulai bisnis minuman herbal termasuk jamu kunyit asam sejak tahun 2024 dengan memanfaatkan tren kesehatan ini.
- Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebugaran menciptakan peluang bisnis baru dalam industri minuman tradisional dan herbal.
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah gempuran minuman kekinian tinggi gula, sebagian masyarakat mulai berpaling pada opsi yang lebih ramah bagi tubuh. Tren minuman kesehatan herbal perlahan merebut perhatian, terutama di kalangan anak muda yang kian sadar akan pentingnya menjaga kebugaran.
Peluang inilah yang ditangkap Septi Arniza (30), pemilik Toko Mirei. Berawal pada 2024, ia memutuskan terjun menggarap lini usaha minuman herbal, salah satunya jamu kunyit asam.
Langkah Septi tak mulus begitu saja. Di masa-masa awal, ia kerap membentur tembok saat berburu bahan baku berkualitas. Mencari pasokan kunyit yang konsisten dengan standar racikannya sempat menjadi ujian terberat.
"Salah satu kendala awal saya di usaha minuman herbal ini dalam hal ketersediaan bahan baku, berupa kunyit yang sesuai kebutuhan. Tapi di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Kita akhirnya bertemu orang-orang yang satu frekuensi. Alhamdulillah sampai saat ini semua bisa teratasi," ujar Septi saat berbincang dalam program Teras UMKM yang disiarkan daring pada Selasa, 21 Juli 2026.
Ujian tak berhenti pada bahan baku. Gelombang kenaikan harga komoditas pangan turut menekan margin usahanya. Alih-alih memangkas porsi atau kompromi soal rasa, Septi memilih langkah berani: menaikkan harga jual demi mempertahankan kualitas mutu racikannya.
Langkah itu terbukti tepat. Edukasi mengenai manfaat bahan alami membuat jamu tradisional tak lagi dipandang sebagai "minuman orang tua". Anak muda kini menjadi pelanggan setia yang mencari kesegaran alami.
Selain konsistensi rasa, keberhasilan Septi menembus pasar muda tak lepas dari kelihaian memanfaatkan ekosistem digital. Platform seperti Instagram, Facebook, Threads, WhatsApp, hingga TikTok dimaksimalkan untuk membangun kesadaran merek.
"Agar usaha makin berkembang, pelaku UMKM harus rajin mengunggah produknya di setiap media sosial yang dimiliki, sehingga masyarakat luas semakin mengenal brand yang dipromosikan," pungkas Septi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....