Getuk dan Lupis Rp1.000 Masih Bertahan di Tengah Tren Jajanan Modern

  • 21 Jul 2026 17:02 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Getuk dan lupis tetap menjadi pilihan utama konsumen di Palembang meskipun jajanan modern semakin banyak beredar di pasaran.
  • Cita rasa khas dan harga yang terjangkau menjadi faktor utama yang membuat jajanan tradisional tetap diminati oleh sebagian masyarakat.
  • Pedagang Suparno membuktikan konsistensi dalam menjalankan usaha jajanan tradisional selama lima tahun berturut-turut di lokasi yang sama di depan SD Negeri 126 Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Jajanan tradisional getuk dan lupis masih bertahan di tengah maraknya makanan kekinian di Kota Palembang. Cita rasa khas dan harga yang terjangkau membuat kedua kuliner tersebut tetap diminati masyarakat dari berbagai kalangan.

Salah satu pedagang yang masih mempertahankan usaha tersebut adalah Suparno. Selama lima tahun terakhir, ia berjualan di depan SD Negeri 126 Palembang, Jalan R.A. Abusamah, Kecamatan Sukarami, Sabtu, 18 Juli 2026.

Setiap hari, Suparno mulai berjualan sejak pukul 06.30 WIB menggunakan sepeda motor. Dagangannya ditata di atas tampah beralas daun pisang sebagai ciri khas penyajian jajanan tradisional.

"Saya sudah berjualan getuk dan lupis ini selama lima tahun. Setiap hari mulai berjualan sekitar pukul 06.30 WIB," ujarnya.

Getuk dibuat dari singkong yang dikukus, kemudian dihaluskan dan dipotong menjadi beberapa bagian. Sementara itu, lupis dibuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang lalu direbus hingga matang.

Sebelum disajikan, kedua jajanan tersebut disiram gula merah cair dan ditaburi parutan kelapa. Cara penyajian itu menjadi ciri khas yang tetap dipertahankan hingga kini.

Suparno menjual getuk dan lupis dengan harga Rp1.000 per potong. Setiap hari ia membawa sekitar 100 potong getuk dan 100 potong lupis, sedangkan jumlah dagangan ditambah saat akhir pekan atau hari libur.

"Kalau untuk harga lupis atau getuk saya jual Rp1.000 sepotong. Biasanya setiap hari bawa 100 getuk dan 100 lupis, tapi kalau hari libur sedikit ditambah," katanya.

Menurut Suparno, minat masyarakat terhadap jajanan tradisional masih cukup baik meski banyak makanan modern bermunculan. Ia berharap getuk dan lupis tetap dikenal generasi muda sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.

Keberadaan pedagang seperti Suparno menunjukkan jajanan tradisional masih memiliki tempat di tengah perubahan tren kuliner. Selain menawarkan harga yang terjangkau, getuk dan lupis juga menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus dipertahankan di Kota Palembang.

Laporan Hanifa Turrohmah mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....