Bengkel Restorasi Vespa Klasik Bertahan Berkat Komunitas Penghobi
- 19 Jul 2026 15:13 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Bengkel restorasi Vespa klasik di Palembang telah beroperasi sejak tahun 2012 melayani pecinta skuter lawas dengan dedikasi tinggi.
- Bengkel yang berlokasi di Rawajaya Kemuning Palembang dikelola sendiri oleh Nabil tanpa mempekerjakan karyawan tambahan, menunjukkan usaha individual yang berkelanjutan.
- Fokus utama perbaikan adalah restorasi bodi Vespa yang lapuk akibat usia, merupakan layanan paling sering diminta oleh pelanggan bengkel.
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah pesatnya perkembangan sepeda motor modern, bengkel restorasi Vespa klasik di Kota Palembang tetap mampu mempertahankan usahanya. Tingginya minat komunitas penghobi membuat permintaan restorasi skuter lawas masih terus bertahan hingga kini.
Bengkel yang berlokasi di Jalan Rawa Jaya Nomor 668, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang, itu telah beroperasi sejak 2012. Pemilik bengkel, Nabil, mengelola seluruh proses restorasi secara mandiri dengan mengutamakan kualitas pengerjaan.
Saat ditemui Jumat, 17 Juli 2026, Nabil mengatakan restorasi bodi menjadi pekerjaan yang paling sering ditangani. Kerusakan akibat usia kendaraan mendominasi kondisi Vespa yang masuk ke bengkelnya.
Selain restorasi total, bengkel juga melayani perawatan berkala, seperti penggantian oli dan pembersihan karburator. Namun, biaya restorasi sangat bergantung pada harga komponen yang dibutuhkan.
"Biasanya paling ganti oli sama servis karburator yang rutin. Kalau restorasi, harga suku cadangnya bisa berkisar Rp300 ribu sampai Rp12 juta," ujarnya.
Nabil mengatakan Vespa tertua yang pernah direstorasi merupakan produksi tahun 1957. Sementara itu, Vespa keluaran 1961 hingga 1963 menjadi unit yang paling sering ditangani.
Menurutnya, sebagian besar pelanggan tidak menjadikan biaya sebagai pertimbangan utama. Mereka lebih mengutamakan kualitas restorasi agar kondisi kendaraan kembali mendekati bentuk aslinya.
"Yang main Vespa ini kan orang hobi. Mereka sudah tidak terlalu menghitung biaya, yang penting motornya bisa kembali mendekati kondisi baru," katanya.
Dalam satu tahun, bengkelnya rata-rata menyelesaikan sekitar sepuluh restorasi total dengan pelanggan yang berasal dari berbagai daerah di luar Palembang. Selain mengelola bengkel, Nabil juga rutin menggelar empat kegiatan komunitas setiap tahun, termasuk Scooters Gathering yang terbuka untuk masyarakat.
Salah seorang pelanggan, Azril, mengaku mulai menggemari Vespa sejak 2018 karena desainnya yang khas dan memiliki nilai sejarah. Menurutnya, meski membutuhkan perawatan lebih rutin dibandingkan motor modern, Vespa tetap diminati karena memiliki karakter yang berbeda dan menjadi kebanggaan bagi para penghobinya.
Laporan Anggara Firga Pradivta Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, UIN Raden Fatah Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....