The Bakernauts Andalkan Strategi Kuantitas Penjualan
- 15 Jul 2026 08:29 WIB
- Palembang
Poin Utama
- UMKM roti dan kue di Palembang tumbuh 18 persen sepanjang 2026, didorong tren gaya hidup anak muda, hampers, dan penjualan online.
- The Bakernauts dirintis Gebriel Audita sejak 2021, berawal saat menyusun skripsi dan mengembangkan pemasaran digital pada 2025.
- The Bakernauts mengandalkan bahan premium dengan harga Rp5.000 per roti serta strategi penjualan berbasis kuantitas untuk meningkatkan omzet.
RRI.CO.ID, Palembang - Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM kuliner roti dan kue di Kota Palembang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Didukung gaya hidup anak muda dan tren hampers, bisnis ini jadi salah satu penggerak ekonomi kreatif di Sumsel.
Data Dinas Koperasi & UMKM Kota Palembang mencatat, jumlah pengusaha UMKM olahan tepung termasuk roti, kue basah, dan kue kering meningkat 18% dibanding 2025. Sebagian besar bergerak dari skala rumahan ke semi-modern dengan penjualan online.
Salah satu pengusaha UMKM dibidang kuliner yaitu Gebriel Audita, Owner The Bakernauts pada saat Dialog UMKM Bicara di PRO 1 RRI Palembang Senin, 13 Juli 2026 menceritakan perjalanan membangun usaha roti hingga strategi mempertahankan bisnis di tengah persaingan. Gebriel mengungkapkan bahwa usaha The Bakernauts mulai berjalan pada tahun 2021, sementara pemasaran secara daring mulai dikembangkan pada 2025 untuk memperluas jangkauan konsumen.
Ia menjelaskan, nama The Bakernauts memiliki filosofi tersendiri. Kata baker merujuk pada pembuat roti, sedangkan nauts berasal dari kata yang bermakna penjelajah angkasa atau melayang, sehingga diharapkan usahanya dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
"Usaha ini mulai saya bangun saat masih mengerjakan skripsi. Untuk belajar membuat roti, saya banyak belajar dari mama," ujar Gebriel. Menurutnya, The Bakernauts menghadirkan berbagai varian roti, seperti keju, kopi boy, dan ubi ungu. Dari seluruh varian tersebut, rasa kuaci keju menjadi produk yang paling banyak diminati oleh pelanggan.
Meski menggunakan bahan-bahan premium, Gebriel mengatakan harga roti tetap terjangkau, yakni Rp5.000 per buah, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. "Kami tetap menggunakan bahan premium meskipun harga jualnya hanya Rp5.000," katanya.
Gebriel juga menyampaikan bahwa modal awal usaha berasal dari dukungan orang tua. Sementara itu, strategi bisnis yang diterapkan adalah strategi kuantitas, yaitu mengutamakan volume penjualan dengan harga yang terjangkau agar mampu menarik lebih banyak konsumen dan meningkatkan omzet usaha.
Melalui program UMKM Bicara di PRO 1 RRI Palembang, pengalaman yang dibagikan Gebriel diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berani memulai usaha dan mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan inovasi serta strategi pemasaran yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....