Jasa Vermak Tetap Diminati di Tengah Industri Fashion
- 09 Jul 2026 12:37 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Jasa jahit permak milik Pir Taylor di Sematang Borang masih diminati masyarakat di tengah perkembangan industri fashion.
- Vermak celana berbahan denim menjadi layanan yang paling sering dikerjakan karena banyak diminati pelanggan.
- Menjaga kualitas hasil jahitan menjadi kunci utama Pir Taylor mempertahankan usahanya hingga saat ini.
RRI.CO.ID, Palembang - Jasa jahit dan vermak Pir Taylor di Jalan Sunarna, Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, tetap diminati masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri fashion. Selama lima tahun beroperasi, usaha tersebut bertahan karena menawarkan perbaikan pakaian dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan membeli pakaian baru.
Pir Taylor melayani berbagai kebutuhan, mulai dari vermak celana denim dan celana berbahan kain, perbaikan resleting serta jahitan, hingga pembuatan pakaian baru, jas, dan seragam kantor. Pelanggannya berasal dari berbagai wilayah di Kota Palembang, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerja kantoran yang memilih memperbaiki pakaian agar tetap layak digunakan.
Pemilik usaha, Pir, mengatakan sebagian besar pelanggan memilih jasa vermak karena lebih hemat dibandingkan membeli pakaian baru. Menurutnya, vermak celana denim menjadi layanan yang paling banyak dipesan.
"Kebanyakan pelanggan datang karena merasa lebih hemat kalau dipermak. Kalau hanya rusak sedikit, mereka lebih memilih memperbaiki daripada membeli yang baru," ujar Pir, Senin, 6 Juli 2026.

Pir menjelaskan lokasi usahanya dipilih karena berada di tepi jalan utama dan dekat kawasan permukiman sehingga mudah dijangkau pelanggan. Ia juga menilai jumlah penjahit di kawasan tersebut masih relatif sedikit sehingga peluang usaha tetap terbuka.
"Lokasi di sini cukup strategis karena berada di pinggir jalan besar dan dekat perumahan. Selain itu, tukang jahit di sekitar sini juga belum banyak," katanya.
Dalam sehari, Pir Taylor melayani sekitar 10 pelanggan jasa vermak dengan tarif Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per pekerjaan. Usaha tersebut juga menerima dua hingga tiga pesanan pembuatan pakaian baru setiap hari dengan biaya mulai Rp100 ribu hingga Rp500 ribu sesuai jenis dan tingkat kesulitannya.
Menurut Pir, permintaan jasa jahit meningkat pada awal bulan, menjelang tahun ajaran baru, hari besar keagamaan, dan musim pernikahan. Ia berharap kualitas hasil jahitan yang terus dijaga mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan sekaligus mendukung perkembangan usahanya.
Laporan M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah, Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....