Kisah Ayam Geprek Mas Hari yang Otentik Ala Jogja

  • 23 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ayam Geprek Mas Hari dirintis Muhammad Fauzi Ashari sejak 2021 dan kini berkembang dengan dua outlet di Palembang.
  • Keunggulan usahanya terletak pada ayam geprek yang diulek langsung bersama sambal saat dipesan, dengan menu andalan ayam geprek bakar.
  • Meski biaya bahan baku meningkat, harga tetap terjangkau.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemilik usaha Ayam Geprek Mas Hari, Muhammad Fauzi Ashari, berbagi kisah merintis usahanya di program Teras UMKM-Lokak Kito Pro 4 Palembang. Usaha kuliner ini ia bangun sejak akhir 2021, usai gagal di bisnis sebelumnya.

Fauzi menceritakan, sebelum berjualan ayam geprek, ia sempat gagal menjual kentang panggang. Ia lalu beralih ke ayam geprek setelah terinspirasi resep otentik yang pernah dicicipinya di Semarang dan Jogja.

"Ayam geprek kami beneran digeprek dan dicampur sambal, bukan sekadar dioles sambal seperti kebanyakan," kata Fauzi. Ia menjelaskan, sambal mentah disiram minyak panas lalu diulek bersama ayam krispi begitu pelanggan memesan.

Menu andalan sekaligus terlaris di Ayam Geprek Mas Hari adalah ayam geprek bakar dengan tambahan kecap. Selain ayam, tersedia juga varian tempe geprek dan telur geprek serta varian dengan tambahan saus barbeku atau keju.

Harga menu di kedai ini berkisar Rp10.000 hingga Rp17.000, tergantung varian dan topping tambahan. Pelanggan juga bisa memilih level kepedasan sesuai selera, kecuali untuk porsi ekstra pedas yang dikenakan biaya tambahan Rp2.000.

Fauzi juga menjelaskan, pemilihan kemasan mangkuk kertas yang bermula dari sisa stok usaha sebelumnya kemudian dimanfaatkan kembali. "Ternyata kemasan ini malah jadi pembeda, apalagi pasar kami banyak anak sekolah," ujarnya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Meski harga bahan baku dan plastik kemasan naik hingga 40 persen, Fauzi mengaku belum menaikkan harga jual. "Kami usahakan tetap merakyat karena pasar kami semua kalangan pelajar," kata Fauzi.

Saat ini Ayam Geprek Mas Hari memiliki dua outlet di Palembang. Outlet pertama berada di depan SMA Negeri 10, sedangkan outlet kedua di Komplek Ajendam, Sekojo dekat tikungan Gereja.

Ke depan, Fauzi berencana menambah varian rasa dan membuka cabang baru di beberapa wilayah Palembang. Ia juga tengah menguji coba varian sambal matah sebagai inovasi menu terbaru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....