Semangat Perempuan OKU Timur di Panggung UMKM Sumsel

  • 23 Mei 2026 15:50 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Terik matahari siang itu terasa menyengat di area Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026. Ratusan stan berjajar memenuhi kawasan pameran sejak Kamis, 21 Mei 2026 di Pinewoods Citra Grand City, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Aroma makanan olahan bercampur suara musik dan percakapan pengunjung menciptakan suasana ramai khas festival UMKM.

Di tengah deretan produk fesyen, kerajinan tangan, dan aneka kuliner modern, sebuah stan sederhana justru menarik perhatian banyak orang. Bukan karena dekorasinya mewah, melainkan karena isinya berbeda dari yang lain.

Tumpukan cabai merah, tomat segar, jagung, kembang kol, pakis, hingga melon tertata rapi di meja stan milik Kelompok Wanita Tani atau KWT Kabupaten OKU Timur. Sayur-sayuran segar itu tampak baru dipetik dari kebun.

Ketua KWT OKU Timur, Khusnul Khotimah, datang bersama enam anggotanya dari Belitang. Mereka membawa hasil kebun sendiri untuk diperkenalkan di ajang UMKM tingkat provinsi tersebut.

Bagi sebagian orang, menjual sayuran segar di arena pameran mungkin dianggap pilihan berisiko. Sayur mudah layu, cepat rusak, dan membutuhkan penanganan khusus. Namun bagi ibu-ibu KWT OKU Timur, keberanian itu justru menjadi bagian dari perjuangan mereka.

"Kalau kami memang kelompok wanita tani, jadi yang dibawa ya hasil tanaman anggota sendiri," ujar Junaidah, salah seorang anggota KWT, sambil melayani pembeli yang terus berdatangan, Jumat, 22 Mei 2026.

Foto: Salah seorang petugas stan melayani pengunjung.

Sayur dan buah yang mereka jual bukan hasil kulakan pasar. Semua berasal dari kebun kecil milik anggota kelompok. Ada yang ditanam di halaman rumah, lahan kosong sekitar permukiman, hingga di pinggir aliran sungai.

Kesederhanaan itulah yang justru membuat banyak pengunjung tertarik singgah. Dengan harga mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu, hasil panen ibu-ibu tani itu perlahan habis diborong pengunjung.

"Dari kemarin ramai. Banyak yang cari sayur, kembang kol, sama melon," kata Junaidah.

Di sela keramaian, Sri, seorang pengunjung asal Palembang, mengaku sengaja berhenti karena penasaran melihat stan sayur segar di tengah pameran UMKM.

"Biasanya kalau pameran seperti ini kebanyakan makanan kemasan atau kerajinan. Nah ini beda. Sayurnya masih segar sekali, seperti baru dipetik," ujarnya sambil memilih tomat dan cabai.

Foto: Stan KWT Oku Timur menghadirkan sayuran, buah dan produk olahan rumahan.

Menurut Sri, kehadiran stan seperti itu memberi warna tersendiri dalam kegiatan UMKM. Ia menilai hasil pertanian lokal juga layak mendapat ruang promosi yang sama besar dengan produk lainnya.

Di balik kesegaran sayur yang dipajang, ada perjuangan panjang yang tidak terlihat pengunjung. Untuk menjaga kualitas dagangan tetap baik selama pameran berlangsung, mereka rela membawa tiga mobil pribadi dari OKU Timur ke Palembang.

Satu kendaraan khusus digunakan menyimpan sayuran dengan pendingin udara agar tidak cepat layu terkena panas.

"Kalau sayur begini memang tantangannya di situ. Jadi sementara disimpan dulu di mobil yang pakai AC," ujar Junaidah sambil tersenyum.

Meski begitu, mereka tidak terlalu khawatir jika ada sayuran yang tidak habis terjual. Sebelum membusuk, hasil panen biasanya dibagikan kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah yang rutin dilakukan kelompok tersebut.

"Kami biasa packing lalu dibagikan ke masjid-masjid," katanya.

KWT OKU Timur sendiri bukan wajah baru di dunia UMKM Sumatera Selatan. Mereka sudah beberapa kali mengikuti pameran dan kini sebagian hasil tani mereka mulai masuk ke supermarket.

Dukungan pemerintah daerah juga menjadi penyemangat bagi kelompok perempuan tani tersebut. Bantuan transportasi hingga dukungan pembinaan membuat mereka semakin percaya diri membawa hasil kebun ke panggung yang lebih luas.

Di tengah gempuran produk modern dan kemasan serba instan, stan sederhana milik ibu-ibu tani itu menghadirkan cerita yang hangat. Tentang perempuan desa yang memanfaatkan pekarangan rumah, tentang ketekunan merawat tanaman, dan tentang keberanian membawa hasil bumi sendiri ke tengah keramaian kota.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....