Produk Lokal Sumbagsel Gebrak INACRAFT, Penjualan Tembus Ratusan Juta

  • 18 Feb 2026 17:19 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Jakarta - Panggung kerajinan terbesar di Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, menjadi ajang produk lokal asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) unjuk gigi. Tak sekadar pajangan, dua UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sukses mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah dalam pameran yang berlangsung 4–8 Februari tersebut.

Dua nama yang mencuri perhatian adalah Afif Pelangi dari Palembang dan Besolek (Matahari Handycraft) dari Bengkulu. Kehadiran mereka di Jakarta International Convention Center bukan sekadar partisipasi formalitas, melainkan ajang pembuktian kualitas.

Lidya, sosok di balik jenama Besolek, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Membawa perhiasan handmade premium berbahan batu alam dan tembaga, ia menyaksikan produknya ludes diburu pengunjung.

“Keikutsertaan di INACRAFT menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa karya perempuan Bengkulu mampu bersaing di tingkat nasional. Kami mengapresiasi pembinaan dan kepercayaan yang diberikan Pertamina Patra Niaga,” ungkap Lidya dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu, 18 Februari 2026.

Dari sekitar 300 produk yang diboyongnya, 80 persen stok—terutama gelang dan bros—habis terjual. Respons pasar yang masif ini bahkan memicu pesanan khusus dan tawaran kerja sama dari para reseller.

Senada dengan Lidya, Afif Pelangi dari Palembang juga mencatatkan torehan manis. Produk kerajinan khasnya menjadi primadona, menegaskan bahwa narasi tradisional jika dikemas dengan standar tinggi akan memiliki nilai ekonomi yang luar biasa.

Kesuksesan ini bukan tanpa persiapan. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa hasil di INACRAFT adalah buah dari proses panjang di Pertamina UMK Academy.

“Penjualan mencapai ratusan juta rupiah ini menunjukkan pembinaan melalui UMK Academy, penyaringan produk, dan akses pameran berjalan efektif. Ini langkah nyata untuk memperluas pasar hingga berpeluang ekspor,” tegas Rusminto.

Strategi yang diterapkan Pertamina memang fokus pada penguatan branding dan kurasi produk yang ketat. Langkah ini selaras dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.

Keberhasilan dua UMKM ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku usaha daerah lainnya: bahwa dengan kualitas yang terjaga dan pembinaan yang tepat, produk "ndeso" pun bisa punya kelas dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....