PKK Sumsel Soroti Standar Produk UMKM di Ogan Ilir

  • 24 Apr 2026 07:44 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan Feby Herman Deru mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas dan standar produk saat berkunjung ke Desa Wisata Burai. Penguatan mutu dinilai penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kunjungan kerja dilakukan di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis, 23 April 2026. Lokasi tersebut dikenal sebagai sentra kerajinan songket, purun, dan makanan khas daerah.

Dalam kegiatan itu, Feby didampingi Wakil Bupati Ogan Ilir Ardani dan Ketua TP PKK Ogan Ilir Tikha Alamsjah Panca Wijaya. Rombongan meninjau langsung aktivitas para pengrajin dan pelaku usaha rumahan.

Kunjungan difokuskan pada perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan wisata desa. Produk yang diamati meliputi kain songket, anyaman purun, hingga produksi kemplang khas Burai.

Saat berdialog dengan pengrajin songket, Feby memberi perhatian pada teknik menenun tradisional. Ia menilai kualitas pengerjaan sangat menentukan nilai jual produk.

Menurut Feby, penggunaan alat cuban harus dilakukan secara teliti agar hasil tenun tetap rapi. Teknik tersebut berpengaruh terhadap kekuatan dan tampilan akhir kain songket.

“Teknik cuban perlu dilakukan dengan hati-hati, tidak apa jika waktunya lama,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026. Ia menilai kerapihan menjadi unsur penting dalam menjaga estetika kain.

Feby menyebut kualitas visual songket harus dipertahankan agar tetap memiliki daya saing. Produk kerajinan dinilai tidak hanya mengandalkan motif, tetapi juga detail pengerjaan.

Selain kerajinan tekstil, perhatian juga diberikan pada produk makanan lokal. Ia menyoroti pentingnya standarisasi produksi kemplang agar kualitas tetap terjaga.

Feby menekankan pelaku usaha perlu memperhatikan kebersihan selama proses produksi. Aspek pengemasan juga dinilai penting untuk menjaga mutu produk hingga sampai ke konsumen.

“Kita juga bisa menyertakan keterangan kedaluwarsa yang jelas untuk menjamin keamanan konsumen,” katanya. Informasi produk dianggap penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

Pada sektor kerajinan purun, Feby mendorong pelaku usaha terus berinovasi dalam desain. Pengembangan model baru dinilai dapat memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi.

Kunjungan tersebut diharapkan memberi motivasi bagi pelaku UMKM di Desa Burai. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat pendampingan bagi pengrajin lokal.

Desa Burai selama ini berkembang sebagai kawasan wisata berbasis ekonomi kreatif. Potensi tersebut dinilai dapat mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....