Strategi Promosi Digital Dongkrak Penjualan Puding dan Bakpao Karakter

  • 05 Mar 2026 08:51 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang — Usaha kuliner tidak lagi hanya mengandalkan rasa, tampilan visual yang menarik kini menjadi strategi penting untuk menarik minat konsumen. Hal ini disampaikan oleh pemilik Cipicipi Crispysnack, Rizki Yunita Sari, dalam program Teras UMKM RRI Palembang pada Jumat, 27 Februari 2026.

Rizki menjelaskan usaha puding dan bakpau karakter tersebut berawal dari hobi memasak dan membuat bekal anak. Dari kebiasaan tersebut, ia mulai mencoba menjual produknya.

“Awalnya semua iseng saja dari hobi. Saya suka mencoba membuat makanan lalu dicicipi dan dibagikan ke keluarga besar,” kata Rizki.

Ia mengaku mulai berjualan sejak sekitar tahun 2022, produk pertama yang dijual adalah puding. Pada awalnya produk tersebut hanya dibuat untuk hampers Lebaran dan hadiah ulang tahun anak teman.

Setelah mendapat respons positif dari teman dan keluarga, ia mulai memasarkan secara lebih luas. “Setiap ada teman atau keluarga ulang tahun, saya sering memberi puding, dari situ banyak yang pesan ulang,” ujarnya.

Selain puding, Rizki kemudian menambahkan produk bakpao karakter. Ide tersebut muncul dari kebiasaannya menghias makanan untuk bekal sekolah anak. “Dulu saya sering membuat bekal bentuk karakter untuk anak, dari situ terpikir untuk dijadikan jualan,” kata Rizki.

Ia menjelaskan produknya dibuat berdasarkan pesanan agar kualitas dan kesegaran tetap terjaga. Bakpao karakter dijual mulai Rp28.000 per pak yang berisi 6 buah bakpao, sementara puding karakter memiliki variasi harga tergantung ukuran dan desain.

“Kalau puding hampers mulai dari harga Rp27.000 isi 4 buah puding mini. Untuk yang besar dan bertingkat bisa sampai Rp270.000, tergantung ukuran” jelasnya.

Rizki juga memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya. Sebagian besar penjualan berasal dari pemesanan online melalui Instagram dan marketplace.

Selain penjualan online, ia juga membuka lapak setiap hari Minggu di kawasan Kambang Iwak Palembang. Lapak tersebut menjadi tempat promosi langsung kepada konsumen.

Menurut Rizki, tantangan terbesar dalam merintis usaha adalah mencari pelanggan. Ia sempat mempromosikan produknya melalui influencer dan promosi digital. “Awalnya paling sulit mencari pelanggan. Kita harus rajin promosi supaya orang tahu produk kita,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mental bagi pelaku usaha. Menurutnya, pengusaha harus siap menerima kritik maupun keluhan dari pelanggan.

“Kalau mau mulai usaha, mental harus kuat dulu. Kita harus siap menerima kritik dan komplain dari pelanggan,” ujar Rizki.

Rizki berharap kisah usahanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis dari rumah. Ia menilai usaha kecil dapat berkembang jika dikelola dengan konsisten dan kreatif.

Rekomendasi Berita