Strategi Digital Marketing Dongkrak Penjualan Bisnis Pempek DEA
- 30 Jan 2026 18:12 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Berawal dari kondisi keluarga, bisnis Pempek DEA kini mampu menjangkau konsumen hingga luar daerah, usaha kuliner yang dikelola oleh Yanti mulai menunjukkan perkembangan positif sejak berdiri pada Mei 2024.
Yanti yang merupakan owner Pempek DEA menceritakan ide mendirikan Pempek DEA muncul setelah Lebaran 2024, saat sang suami jatuh sakit. Kondisi tersebut mendorong mereka untuk mencari sumber penghasilan baru yang tetap memungkinkan dijalankan dari rumah. “Waktu itu suami saya sakit, terus dia ngusulin gimana kalau kita jualan pempek aja,” ujar Yanti saat menjadi narasumber dalam program Santai Siang Pro 2 RRI Palembang, Kamis, 8 Januari 2025.
Menurut Yanti, pempek dipilih karena merupakan makanan khas Palembang yang tidak pernah kehilangan peminat. Selain itu, perkembangan teknologi pengemasan memungkinkan pempek dijual lebih luas melalui sistem vakum. “Pempek itu makanan yang nggak ada matinya. Sekarang juga bisa dikemas vakum, jadi bisa dikirim ke mana-mana dan jadi oleh-oleh buat wisatawan, Rasa cuko kita autentik banget Palembang,” katanya.
Yanti juga menambahkan, pempek vakum produksinya mampu bertahan hingga enam hari di suhu ruang dan bisa disimpan hingga satu bulan jika dimasukkan ke dalam freezer. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri bagi Pempek DEA dalam menjangkau konsumen luar kota.
Dari sisi produksi, Yanti mengaku tidak memulai dari nol. Ia memiliki bekal pengalaman keluarga karena sang ibu sebelumnya juga menjalankan usaha kemplang dan pempek. Resep cuko yang digunakan pun dipertahankan dengan cita rasa autentik khas Palembang..
Meski demikian, tantangan terbesar yang dihadapi bukan pada proses produksi, melainkan bagaimana memperkenalkan rasa kepada konsumen. Menurut Yanti, rasa hanya bisa dibuktikan setelah dicoba langsung oleh pembeli. Dalam hal pemasaran, Yanti memanfaatkan latar belakangnya sebagai mantan marketing di salah satu bank. Ia mengambil langkah strategis dengan merekrut tenaga khusus di bidang digital marketing. “Menurut aku setiap pekerjaan harus dikerjakan sama orang yang ahli di bidangnya,” tambah Yanti.
Keputusan tersebut membuahkan hasil. Dari yang awalnya hanya mampu menjual sekitar 50 buah pempek, kini Pempek DEA menerima pesanan dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Saat ini, Pempek DEA masih berfokus pada penjualan online dan belum melayani makan di tempat. Namun, Yanti menerima pesanan khusus untuk berbagai acara seperti pernikahan dan akikah. Tak hanya itu, jangkauan pemasaran Pempek DEA juga terus meluas. “Untuk konsumen luar kota, pengiriman kita bahkan sudah sampai ke Bali, yang mau coba boleh pesan dari instagram kita @dea_pempek atau ke WA 085117624402” tutup Yanti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....