Sumsel Alami Deflasi Sebesar 0,24 Persen pada Juli 2026

  • 04 Agt 2026 07:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • BPS Sumatera Selatan melaporkan deflasi sebesar 0,24 persen pada Juli 2026, mengikuti tren deflasi nasional sebesar 0,14 persen.
  • Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan ayam yang pasokannya melimpah di pasaran.
  • Deflasi pada kelompok pangan mampu menekan kenaikan harga pada kelompok pengeluaran lainnya dalam periode yang sama.

RRI.CO.ID, Palembang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat Sumsel mengalami deflasi sebesar 0,24 persen pada Juli 2026. Angka tersebut sejalan dengan kondisi nasional yang mengalami deflasi sebesar 0,14 persen, didorong oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan.

Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan, penurunan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan ayam, yang pasokannya melimpah di pasaran. Kondisi tersebut mampu menekan kenaikan harga pada kelompok pengeluaran lainnya.

Kepala BPS Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto saat di wawancarai media, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto: RRI/Kgs M Irpan).

Di sisi lain, kelompok pendidikan mulai mengalami kenaikan seiring dimulainya tahun ajaran baru. Biaya sekolah, seragam, buku tulis hingga kebutuhan penunjang pendidikan tercatat meningkat, namun dampaknya masih dapat diredam oleh penurunan harga pangan.

Wahyu menilai kondisi tersebut mencerminkan keseimbangan harga di tingkat konsumen. Dengan pengeluaran masyarakat yang relatif lebih rendah untuk kebutuhan pangan, daya beli diharapkan dapat meningkat.

“Di sisi lain, harga beras masih menjadi perhatian karena mengalami kenaikan. Peningkatan harga gabah di tingkat petani turut memengaruhi harga beras di tingkat distributor hingga konsumen,” ujar Wahyu, Senin, 3 Agustus 2026.

Ditambahkan Wahyu, secara tahunan (year-on-year), inflasi Sumsel berada di angka 2,50 persen atau masih berada dalam target pengendalian inflasi. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) tercatat sebesar 1,62 persen.

Wahyu memperkirakan tekanan inflasi berpotensi meningkat kembali memasuki September hingga akhir tahun, dengan stabilitas pasokan pangan dan pengendalian harga tetap menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan inflasi di Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....