OJK Sumsel Dorong Ekspor Komoditas Lokal melalui Program Sultan Muda XporA
- 29 Apr 2026 05:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Upaya memperkuat daya saing komoditas unggulan Sumatera Selatan terus dilakukan melalui perluasan akses pasar ekspor. Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan mendorong pelaku usaha memanfaatkan dukungan pembiayaan agar mampu menembus pasar internasional.
Langkah tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan lada hitam di Pelabuhan Boom Baru, Kota Palembang, Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian implementasi Program Sultan Muda XporA 2026 yang memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Kepala OJK Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan ekspor dilakukan melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan industri jasa keuangan. Produk yang diekspor meliputi coconut chips dan coconut shell charcoal sebagai komoditas turunan kelapa.
“Hari ini kita mengekspor produk turunan kelapa berupa coconut chips dan coconut shell charcoal,” ujar Arifin Susanto. Menurutnya, penguatan ekspor memerlukan dukungan pembiayaan yang terintegrasi.
Program Sultan Muda XporA 2026 dirancang untuk memperkuat komoditas unggulan daerah agar memiliki daya saing global. Program ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha muda berorientasi ekspor.
Arifin menjelaskan literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting dalam memperluas akses pembiayaan produktif. Pelaku usaha yang memiliki pemahaman keuangan dinilai lebih siap mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Menurutnya, kemampuan mengakses pembiayaan akan meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas usaha. Hal tersebut menjadi faktor penting agar produk lokal mampu memenuhi standar perdagangan internasional.
Selain pembiayaan, OJK mendorong integrasi penguatan usaha dengan konektivitas pasar. Dukungan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, dilepas ekspor coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton. Komoditas tersebut dikirim ke pasar China, Taiwan, dan Prancis.
Selain produk turunan kelapa, dilakukan ekspor perdana lada hitam sebanyak 500 kilogram. Produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton juga turut dipasarkan ke luar negeri.
Total nilai ekspor dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Nilai itu mencerminkan potensi besar komoditas lokal dalam meningkatkan kontribusi ekonomi daerah.
“Komoditas lokal mampu bersaing jika didukung pembinaan dan akses keuangan yang memadai,” kata Arifin Susanto. Hilirisasi dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah produk.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan simbolis pembiayaan komoditas unggulan. Nilainya mencapai Rp869,29 miliar disertai Letter of Credit ekspor sebesar USD209.723.
Arifin berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat untuk memperluas pasar ekspor daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak pelaku usaha berorientasi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....