Sensus Ekonomi 2026 Mulai Mei, Libatkan 7.500 Petugas
- 03 Apr 2026 09:39 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Badan Pusat Statistik akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 secara serentak di Sumatera Selatan mulai Mei hingga Agustus 2026. Sebanyak 7.500 petugas disiapkan untuk mendata seluruh pelaku usaha dari berbagai sektor.
Pendataan ini mencakup usaha mikro hingga skala besar guna memperoleh data ekonomi yang lebih lengkap. Hasil sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.
Kepala BPS Sumatera Selatan, Mohammad Wahyu Yulianto menyatakan sensus ini merupakan langkah strategis pemerintah. Data yang dihimpun akan digunakan untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Ia menjelaskan petugas sensus telah direkrut dan akan menjalani pelatihan sebelum diterjunkan ke lapangan. Proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan tetap akurat.
Sensus Ekonomi 2026 juga menghadirkan pembaruan dengan memperluas cakupan sektor usaha. Untuk pertama kalinya, sektor pertanian akan ikut didata dalam kegiatan ini.
“Salah satunya memasukkan seluruh sektor usaha termasuk pertanian yang sebelumnya belum tercakup,” ujarnya, Rabu 1 April 2026. Ia menegaskan perluasan ini akan memperkaya data ekonomi.
Menurut Wahyu, integrasi sektor pertanian menjadi langkah penting dalam menghasilkan data yang lebih komprehensif. Hal ini akan membantu pemerintah memahami potensi ekonomi secara menyeluruh.
BPS juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar berpartisipasi aktif. Keakuratan data sangat bergantung pada keterbukaan responden dalam memberikan informasi.
Data yang dihasilkan nantinya digunakan untuk evaluasi serta pengembangan sektor usaha di berbagai daerah. Pemerintah dapat merancang kebijakan sesuai kondisi riil di lapangan.
Sensus Ekonomi merupakan pendataan menyeluruh atas seluruh kegiatan usaha di Indonesia yang dilakukan BPS. Kegiatan ini menjadi basis penting dalam pengambilan kebijakan ekonomi nasional.
Pemerintah memastikan seluruh proses sensus berjalan transparan dan akurat. Peluncuran secara nasional direncanakan dilakukan Presiden dalam waktu dekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....