Pertumbuhan Ekonomi Banyuasin Naik Jadi 5,40 Persen
- 28 Feb 2026 11:33 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin — Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuasin meningkat menjadi 5,40 persen pada 2025. Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah bergerak positif dan stabil.
Data tersebut dipaparkan Badan Pusat Statistik Banyuasin dalam audiensi bersama bupati. Pertemuan berlangsung di Guest House Rumah Dinas Bupati, Jumat, 27 Februari 2026.
Kepala BPS Banyuasin, Basuki Rahmat, memimpin langsung pemaparan indikator makro daerah. Ia didampingi jajaran statistisi serta pejabat perangkat daerah terkait.
Dalam pemaparan, Basuki menjelaskan tren pertumbuhan dua tahun terakhir. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,14 persen.
Tahun 2025 menunjukkan peningkatan menjadi 5,40 persen secara tahunan. Kenaikan ini mencerminkan penguatan sektor produksi dan konsumsi masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,14 menjadi 5,40 persen," ujar Basuki Rahmat.
Pertemuan tersebut juga membahas persiapan Sensus Tahun 2026. Sensus dinilai penting untuk memperbarui basis data pembangunan.
Selain pertumbuhan ekonomi, BPS memaparkan angka kemiskinan dan pengangguran. Data tersebut menjadi acuan evaluasi kebijakan pemerintah daerah.
Basuki turut menyampaikan data sektor pertanian Banyuasin. Luas panen 2025 mencapai 230.797 hektare.
Produksi gabah kering giling tercatat 1.175.418 ton. Sementara produksi beras mencapai 674.989 ton.
Sektor pertanian dinilai berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan daerah. Ketersediaan pangan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Banyuasin.
Bupati Banyuasin Askolani menegaskan pentingnya data akurat dan mutakhir. Menurutnya, kebijakan tepat harus berbasis statistik terpercaya.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus 2026. Pemerintah daerah siap memfasilitasi kelancaran pendataan.
Askolani menilai pertumbuhan 5,40 persen mencerminkan ketahanan ekonomi lokal. Geliat usaha masyarakat disebut semakin terlihat pascapemulihan ekonomi.
"Data akurat menjadi fondasi kebijakan pembangunan Banyuasin," tegas Askolani.
Kolaborasi antara pemerintah dan BPS akan terus diperkuat. Sinergi tersebut penting untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan.
Audiensi juga menjadi ruang evaluasi capaian pembangunan daerah. Indikator makro dianalisis untuk menentukan program prioritas berikutnya.
Pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal optimisme bagi investasi daerah. Stabilitas ini diharapkan membuka peluang lapangan kerja baru.
Pemerintah daerah berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Upaya penguatan sektor unggulan akan terus dilakukan.
Dengan dukungan data komprehensif, arah kebijakan semakin terukur. Banyuasin menargetkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.