Pemkab OKI Antisipasi Kenaikan Harga jelang Ramadan
- 12 Feb 2026 22:13 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan. Langkah tersebut diwujudkan melalui Inspeksi Mendadak (Sidak) Pasar yang dirangkaikan dengan Operasi Pasar Murah di halaman parkir Pasar Bertingkat Kayuagung, Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati OKI, Supriyanto. Ia meninjau satu per satu lapak pedagang guna memantau harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto berdialog dengan para pedagang dan pembeli. Dialog terbuka itu dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil mengenai kondisi harga dan daya beli masyarakat di pasar tradisional.
“Kami ingin memastikan secara langsung kondisi harga dan stok kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Supriyanto.
Dari hasil sidak, terpantau sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan bawang. Pedagang menyebutkan faktor distribusi dan keterbatasan pasokan menjadi penyebab utama kenaikan tersebut.
Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menekan laju kenaikan harga agar tidak membebani daya beli. Menanggapi hal tersebut, Supriyanto menegaskan bahwa temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan dasar langkah antisipatif.
Pemkab OKI, lanjutnya, akan memperkuat koordinasi dengan distributor dan instansi terkait guna menjaga stabilitas pasokan. Jika diperlukan, operasi pasar akan diperluas serta pengawasan distribusi diperketat untuk mencegah lonjakan harga yang signifikan.
Sebagai bentuk intervensi langsung, Pemkab OKI menggelar Operasi Pasar Murah dengan menyediakan komoditas bersubsidi seperti minyak goreng dan beras, daging ayam ras, telur, cabai merah, serta bawang merah. Melalui langkah preventif ini, pemerintah berharap stabilitas harga tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok.