Inflasi Palembang Turun, Tekanan Harga Tetap Diwaspadai
- 02 Apr 2026 01:04 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Inflasi Kota Palembang pada Maret 2026 tercatat turun menjadi 3,10 persen secara tahunan. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,37 persen.
Data tersebut dirilis dalam rapat pemaparan Indeks Harga Konsumen di Kantor BPS Kota Palembang, Rabu 1 April 2026. Kepala BPS Kota Palembang Edi Subeno memaparkan langsung perkembangan inflasi Kota Palembang.
Kondisi inflasi bulan ini menunjukkan tren positif meski tetap perlu diwaspadai. Penurunan ini salah satunya dipengaruhi melandainya harga emas di pasaran.
Secara bulanan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang inflasi di Kota Palembang. Daging ayam ras, bensin, angkutan antar kota, dan telur ayam ras mengalami kenaikan.
Kenaikan harga pangan dipicu meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan dan hari besar keagamaan nasional. Kondisi ini berdampak langsung terhadap harga di tingkat konsumen.
Selain itu, penyesuaian harga bahan bakar minyak turut memengaruhi inflasi di daerah. Kenaikan harga minyak dunia mendorong naiknya BBM non-subsidi seperti solar dan bensin.
Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani menyampaikan pemerintah terus mengendalikan inflasi melalui strategi 4K. Strategi tersebut mencakup ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, distribusi, dan komunikasi efektif.
“Langkah ini meliputi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” ujarnya. Ia menegaskan upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan.
Isnaini menambahkan upaya konkret dilakukan melalui kerja sama antar daerah dan penambahan cadangan pangan. Pemerintah juga menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan.
“Melalui penambahan cadangan pangan dan operasi pasar, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujarnya. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak.
Pemerintah Kota Palembang juga mengapresiasi sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Kolaborasi berbasis data ini diharapkan menjaga stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....