Peredaran Uang Baru Naik jelang Lebaran, Apa Sebabnya?
- 08 Mar 2026 12:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas penukaran uang baru di masyarakat kembali mengalami peningkatan. Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan tahunan yang selalu muncul setiap mendekati perayaan Lebaran.
Pengamat Ekonomi Pembangunan Universitas Sriwijaya, Hamira, mengatakan fenomena ini berkaitan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya pada Dialog Palembang Menyapa di Pro 1 RRI Palembang, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurutnya, peningkatan konsumsi tersebut secara langsung mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih bergerak. Hal ini biasanya terlihat dari meningkatnya transaksi perdagangan di berbagai sektor ekonomi.
"Kondisi ini memang bersifat musiman karena terjadi setiap menjelang perayaan Idulfitri. Lonjakan konsumsi biasanya berlangsung dalam waktu relatif singkat sebelum hari raya," jelasnya.
Namun demikian, peningkatan konsumsi tersebut tetap memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebab konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan pendapatan nasional.
Ia menambahkan tingginya penukaran uang baru juga menunjukkan masyarakat masih banyak menggunakan uang kartal. "Penggunaan uang tunai dinilai lebih praktis terutama untuk transaksi kecil di masyarakat," ungkap Hamira.
Selain untuk transaksi, uang baru juga memiliki nilai sosial dalam tradisi masyarakat saat Lebaran. Biasanya uang tersebut dibagikan kepada anak-anak atau kerabat sebagai bagian dari kebahagiaan hari raya.
Hamira menilai Bank Indonesia sebenarnya sudah menyediakan layanan penukaran uang melalui aplikasi dan situs resmi. Namun kesenjangan akses digital di beberapa daerah masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat.