MyIntress Satukan OMSPAN-MonSAKTI, Pengelolaan APBN Makin Transparan

  • 03 Feb 2026 08:59 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Direktorat Jenderal Perbendaharaan secara resmi meluncurkan MyIntress pada November 2025. My Integrated Treasury System (MyIntress) adalah sistem terintegrasi yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan untuk memantau dan mengelola transaksi APBN secara real-time. sebuah platform monitoring keuangan yang mengintegrasikan dua aplikasi OMSPAN dan MonSAKTI agar pengelolaan keuangan negara lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

My Intress hadir sebagai solusi untuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam sistem monitoring sebelumnya, termasuk fragmentasi data, duplikasi informasi, serta rendahnya efisiensi operasional akibat penggunaan banyak aplikasi yang belum terintegrasi. Sebelumnya, pengelolaan APBN dilakukan melalui beberapa aplikasi terpisah yang menyebabkan fragmentasi data dan duplikasi informasi. Aplikasi OMSPAN dan MonSAKTI sebelumnya telah menjadi tulang punggung dalam pemantauan transaksi APBN. Namun, seiring dengan meningkatnya kompleksitas dan kebutuhan integrasi data yang lebih luas, MyIntress hadir untuk mengintegrasikan seluruh proses monitoring transaksi APBN dalam satu platform terpadu, mendukung transformasi digital dan SPBE di lingkungan Kemenkeu.

Dikutip dari djpb.kemenkeu.go.id, tujuan utama dari MyIntress adalah:

  • Mengintegrasikan data keuangan negara dalam satu sistem
  • Meningkatkan akurasi dan kecepatan informasi
  • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data
  • Mempermudah monitoring dan pelaporan APBN

Manfaat yang diperoleh dari implementasi MyIntress:

  • Efisiensi operasional dan pengurangan duplikasi data
  • Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBN
  • Kemudahan akses melalui desktop dan mobile
  • Peningkatan kualitas laporan keuangan dan BMN
Tampilan menu di MyIntress. (Foto: myintress.kemenkeu.go.id)

My Intress dikembangkan dengan mengacu pada berbagai regulasi yang mengatur pengelolaan keuangan negara dan tata kelola TIK di Kementerian Keuangan, di antaranya:

  • PMK 158 Tahun 2023 tentang perubahan PMK 171/PMK.05/201 terkait pelaksanaan sistem SAKTI.
  • PMK 133/PMK.01/2022 tentang Tata Kelola TIK Kementerian Keuangan yang menegaskan pentingnya integrasi data dan pengelolaan sistem informasi yang lebih efisien.
  • PER-26/PB/2019 tentang Pedoman Pengembangan Sistem Informasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan
  • KEP-111/PB/2023 tentang Cetak Biru TIK DJPb 2024-2029, yang menetapkan visi layanan TIK perbendaharaan yang terintegrasi dan berbasis single identity login.

Untuk memastikan fungsionalitas yang optimal, My Intress dilengkapi dengan berbagai fitur, antara lain:

  • To Do List: Berfungsi sebagai Early Warning System (EWS) yang mengingatkan transaksi yang memerlukan penyelesaian segera.
  • Monitoring: Memantau data keuangan berdasarkan modul-modul utama, seperti anggaran, bendahara, komitmen, pembayaran, piutang, persediaan, aset tetap, akuntansi, dan pelaporan.
  • Rekonsiliasi: Memastikan validitas data dengan rekonsiliasi internal antar modul serta rekonsiliasi eksternal antara data Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan Sistem Akuntansi Umum (SAU).
  • Laporan: Menyediakan laporan keuangan dan laporan Barang Milik Negara (BMN) untuk berbagai tingkat organisasi, dari satuan kerja hingga level kementerian/lembaga.
  • Dashboard: Menyediakan tampilan ringkas dan informatif bagi pimpinan, memungkinkan mereka untuk memahami kondisi keuangan dalam waktu singkat (konsep 5M – 5 menit untuk mendapatkan gambaran keseluruhan).
  • HAICSO: Fitur interaktif yang memungkinkan pengguna berkonsultasi dengan agen HAI di tingkat KPPN atau Kanwil terkait.

Rekomendasi Berita