OJK Sumsel Ingatkan Gen-Z Hindari Gaya Hidup Konsumtif

  • 05 Des 2025 11:30 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Kepala OJK Sumatera Selatan, Arifin Susanto, memberikan imbauan penting kepada generasi muda terkait pengelolaan keuangan yang sehat, khususnya agar tidak terjebak dalam pinjaman online ilegal maupun penggunaan layanan paylater secara berlebihan. Pesan ini ia sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap tren finansial anak muda yang dinilai semakin berisiko akibat tekanan gaya hidup.

Kepada RRI, Jum’at (28/11/2025). Arifin menjelaskan bahwa banyak anak muda terjerumus pada masalah keuangan bukan karena kebutuhan, melainkan karena keinginan untuk mengikuti tren yang berkembang di media sosial maupun lingkungan pergaulan. Untuk itu, ia membagikan tiga tips utama yang perlu diperhatikan agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang merugikan.

“Tiga tips. Pertama hindari hal hal yang sifatnya FOMO (Fear of Missing Out) seolah-olah kalau ga ikut ga ngetren,” ujarnya.

Arifin menekankan bahwa FOMO sering kali mendorong seseorang membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan.

Arifin melanjutkan dengan tips kedua, yaitu menghindari prinsip YOLO (You Only Live Once), yang menurutnya kerap dijadikan alasan untuk berbelanja demi memuaskan ego sesaat. “Yang kedua yaitu hindari prinsip YOLO demi memenuhi ego yang tidak perlu,” jelasnya.

Tips ketiga yang ia sampaikan menyangkut kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. “Dan yang ketiga selalu merasa bahwa kita harus seperti orang lain,” tambahnya. Arifin menilai pola pikir tersebut membuat banyak anak muda merasa harus memiliki barang yang sama dengan orang lain meski belum mampu secara finansial.

Arifin juga mengingatkan agar generasi muda tetap menggunakan uang sesuai kemampuan. “Jadi hindari mindset yang negatif dan gunakan uang kita seadanya, jangan memaksakan ketika tidak punya lalu pakai paylater, mau ngetrend tapi dengan cara ngutang itu ga boleh,” tegasnya.

OJK Sumsel berharap anak muda dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial serta terhindar dari jebakan utang yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi pribadi. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih sehat, generasi muda diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih aman dan stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....