Sekda Sumsel Dorong TPID Aktif Kendalikan Inflasi

  • 09 Jul 2025 10:09 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumsel dan Capacity Building di Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/7/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah serta meningkatkan kapasitas kelembagaan TPID di seluruh kabupaten dan kota.

Edward Candra menekankan pentingnya sinergi antar pemerintah dalam menekan inflasi, terutama menjelang akhir tahun. Rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan High Level Meeting TPID yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan. Rakor dihadiri oleh kepala daerah dari 17 kabupaten/kota sebagai Ketua TPID daerah beserta jajaran OPD dan anggota TPID provinsi.

"Harapan kami, TPID kabupaten/kota lebih aktif mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah inflasi di wilayah masing-masing. Usai pemaparan narasumber, kita akan bahas permasalahan daerah secara langsung," ujar Sekda.

Sesi Capacity Building menghadirkan narasumber ahli, seperti Kepala BPS Sumsel Mohammad Wahyu Yulianto yang memaparkan perkembangan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Semester I serta proyeksi hingga akhir 2025. Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel Wan Dayantolis menyampaikan potensi ancaman bencana alam yang dapat memengaruhi pasokan pangan, sementara perwakilan Kemenko Perekonomian membahas optimalisasi program pengendalian inflasi nasional dan daerah.

Sekda Edward memaparkan inflasi Sumsel pada Juni 2025 tercatat 0,08% (month to month) dan 2,44% (year on year), masih dalam batas target nasional. Namun, Sumsel menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi di Pulau Sumatera dan kedelapan nasional. Komoditas utama penyumbang inflasi meliputi emas perhiasan, beras, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng dan tomat.

Edward juga mengevaluasi perkembangan inflasi dan IPH di 17 kabupaten/kota dan mengajak TPID daerah lebih aktif merespons tantangan inflasi yang dinamis. Ia berharap TPID dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah inflasi secara cepat dan tepat. “Setelah pemaparan, kita akan langsung bahas permasalahan daerah,” ucapnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Duddy Adiya, menambahkan bahwa meski pertumbuhan ekonomi Sumsel cukup tinggi dan di atas rata-rata nasional, daerah agraris ini sangat rentan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu pasokan dan harga pangan strategis. Oleh sebab itu, pengendalian inflasi menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....