Waspada Inflasi, Sumsel Perkuat Digitalisasi dan Pangan
- 09 Jul 2025 10:45 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, secara resmi membuka Rapat Koordinasi, Capacity Building, dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatera Selatan. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/7/2025), dan dihadiri oleh para kepala daerah serta perwakilan instansi terkait.
Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan bahwa inflasi Sumsel pada semester pertama 2025 berhasil dikendalikan di angka 1,88% (year to date), masih dalam batas aman target nasional sebesar 2,5%±1%. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh kepala daerah untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis seperti beras, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras.
“Untuk menekan potensi inflasi, Pemprov Sumsel mendorong berbagai langkah konkret, termasuk Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan optimalisasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),” ujarnya. Ia menekankan pentingnya sinergi antardaerah untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan.
Terkait percepatan digitalisasi keuangan daerah, Wakil Gubernur juga menyampaikan dukungannya terhadap implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Menurutnya, sistem pembayaran digital akan meningkatkan efisiensi dan kepercayaan publik, serta berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita ingin masyarakat merasa nyaman dengan sistem digital. Ketika mereka percaya dan mudah membayar, PAD meningkat, dan hasilnya bisa kita kembalikan dalam bentuk pelayanan yang lebih baik,” terang Cik Ujang. Ia menutup sambutannya dengan harapan agar capaian inflasi tetap terkendali dan prestasi digitalisasi daerah terus meningkat demi terwujudnya Sumsel yang maju dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, menyampaikan, empat kelompok komoditas yang perlu diwaspadai pada semester II 2025 adalah makanan, transportasi, pakaian dan alas kaki, serta pendidikan. Ia juga mengingatkan potensi tekanan dari inflasi inti, seperti harga emas dan kopi, serta sektor pangan utama seperti beras, bawang merah, cabai merah, dan daging ayam.
Bambang merekomendasikan sejumlah strategi pengendalian inflasi jangka menengah dan panjang, antara lain penggunaan teknologi pertanian, penguatan GSMP dari hulu ke hilir, pemanfaatan dana sosial untuk sektor pangan, dan penguatan kelembagaan petani melalui korporatisasi dan akses pembiayaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....