Kolaborasi BS OJK dan OJK Sumsel Pembiayaan UMKM

  • 27 Apr 2025 12:30 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Guna menggali masukan dari pemangku kepentingan di daerah, Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (BS OJK) dan OJK Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Meaningful Participation bersama pelaku Industri Jasa Keuangan di daerah di Kantor OJK Sumsel, Kamis (17/4/2025).

Kegiatan itu melibatkan pelaku industri jasa keuangan, terkait dinamika dan tantangan pengembangan pembiayaan UMKM dengan tema “Peluang dan Tantangan Pengembangan Ekosistem Pembiayaan UMKM di Provinsi Sumatera Selatan

Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto mengatakan tema tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 38A ayat (3) UUPPSK, dimana BS OJK bertugas membantu DPR dalam menyusun laporan evaluasi kinerja OJK, memantau pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola lembaga, serta menyusun laporan kinerja kelembagaan yang akurat dan obyektif.

“Untuk itu, BS OJK secara aktif menghimpun pandangan dari pihak-pihak yang berada di garis depan pelayanan jasa keuangan, termasuk dalam mendukung sektor UMKM,” ujar Arifin.

Arifin menyambut baik Meaningful Participation ini sebagai ruang strategis untuk menyampaikan berbagai dinamika dan tantangan yang kami hadapi dalam pengawasan dan pembinaan sektor jasa keuangan di daerah, khususnya dalam mendukung pembiayaan UMKM.

“Forum ini menjadi sarana penting bagi kami untuk menyampaikan kondisi di lapangan secara langsung kepada Badan Supervisi OJK, sehingga kebijakan yang diambil dapat semakin selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pelaku usaha di Sumatera Selatan,” Kepala OJK Sumsel ujar Arifin Susanto.

Sementara itu, Anggota Badan Supervisi OJK, Ir. Difi Johansyah, MBA menyampaikan bahwa keegiatan Meaningful Participation ini dilakukan sebagai bagian dari mandat kami untuk membantu DPR dalam mengevaluasi dan memantau kinerja OJK secara menyeluruh.

“Kami percaya bahwa masukan dari OJK daerah dan pelaku industri keuangan lokal seperti yang kami terima hari ini sangat krusial dalam menyusun laporan yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga kontekstual terhadap tantangan di lapangan, terutama dalam hal pengembangan ekosistem pembiayaan UMKM di daerah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....