Kejar Energi Bersih, PGE Lumut Balai Gelar Pemboran Sumur Kedua

  • 19 Sep 2026 11:55 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai resmi memulai pemboran Sumur LMB-19.4 untuk mempercepat operasional PLTP Lumut Balai Unit 3.
  • Pemboran menggunakan RIG GDAP#123 ditargetkan selesai dalam 40 hari, guna mendukung PLTP Lumut Balai Unit 3 beroperasi penuh pada akhir 2030.
  • Manajemen menegaskan penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tanpa kompromi demi menjaga predikat zero accident di area operasi.

RRI.CO.ID, Palembang - Perburuan energi bersih dari dalam perut bumi Sumatra Selatan terus dipacu. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai resmi memulai pemboran sumur panas bumi kedua, LMB-19.4, untuk memperkuat pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3.

Gemuruh mesin RIG GDAP#123 mulai menderu sejak Kamis, 17 September 2026 pukul 22.00 WIB. Operasi ini menjadi kelanjutan langsung dari keberhasilan penembusan sumur LMB-19.3 yang telah diselesaikan sebelumnya.

Langkah taktis ini menjadi jembatan krusial PGE untuk mematangkan infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3, yang diproyeksikan bakal menyuplai listrik hijau secara komersial (commercial operation date) pada akhir 2030.

Project Manager Unit 3 & 4 PGE, Heri Susanto, mengungkapkan bahwa masa krusial pengerjaan sumur kedua ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 40 hari. Kecepatan kerja di lapangan wajib berjalan seiring dengan kedisiplinan prosedur operasional.

“Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keselamatan seluruh pekerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Heri Susanto dalam keterangan tertulis, Jumat, 18 September 2026.

Eksplorasi energi geothermal yang sarat risiko teknis tinggi membuat manajemen PGE enggan bertaruh dengan keselamatan kerja. General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, mematok standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar atas nama kejar tayang target.

“Tetap, tujuan utama kita adalah keselamatan. Target memang penting, tetapi keselamatan jauh lebih utama. Karena itu, saya berpesan kepada seluruh tim agar selalu bekerja sesuai prosedur, saling menjaga, dan tidak pernah mengabaikan aspek keselamatan dalam kondisi apa pun,” tegas Catur Hendro Utomo.

Di tengah ambisi dekarbonisasi nasional menuju Net Zero Emission 2060, Area Lumut Balai menjadi salah satu aset mahkota PGE. Emiten berkode saham PGEO ini mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW secara nasional—menyumbang sekitar 70 persen kapasitas terpasang geothermal di Indonesia.

Penembusan sumur LMB-19.4 ini diproyeksikan makin mempertegas posisi PGE dalam memangkas emisi karbon hingga 10 juta ton CO2 per tahun, sekaligus membuktikan komitmen BUMN energi tersebut dalam mengemas transisi energi hijau secara konsisten dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....