BSI Region III Percepat Digitalisasi, DPK dan Pembiayaan Tumbuh Dua Digit
- 30 Jun 2026 12:10 WIB
- Palembang
Poin Utama
- BSI menuntaskan transformasi sistem IT sebagai fondasi percepatan digitalisasi bisnis.
- Region III Palembang siap mengimplementasikan layanan digital di enam provinsi operasional.
- DPK BSI Region III tumbuh 23,9 persen dan pembiayaan meningkat 26 persen secara tahunan.
RRI.CO.ID, Palembang - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region III Palembang memasuki babak baru transformasi bisnis setelah menuntaskan modernisasi sistem teknologi informasi (IT). Penyelesaian proyek berskala nasional tersebut menjadi fondasi bagi percepatan digitalisasi layanan sekaligus penguatan bisnis syariah di wilayah Sumatera.
Transformasi ini merupakan bagian dari strategi besar BSI dalam memperkuat daya saing di industri keuangan syariah. Prosesnya mendapat dukungan dan supervisi aktif dari Danantara Indonesia sebagai pengelola investasi pemerintah untuk memastikan migrasi sistem berjalan aman dan sesuai rencana.
Region CEO BSI Palembang, Ari Yusnairy Muslim, mengatakan transformasi teknologi telah selesai diterapkan di kantor pusat dan seluruh jaringan BSI, termasuk Regional III Palembang yang mencakup enam provinsi.
"Kami siap mengimplementasikan bisnis digital dan akan menerapkannya di seluruh ekosistem bisnis di Region III Palembang dalam rangka menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif," ujar Ari, Senin, 29 Juni 2026.
Transformasi IT yang rampung pada pertengahan Mei 2026 itu melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi. Proyek tersebut mencakup migrasi data, peningkatan sistem core banking dari R10 ke R24, konversi sistem, hingga validasi menyeluruh dengan pengawasan regulator.
BSI Region III Palembang sendiri membawahi lima area operasional, yakni Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Lampung. Jaringan tersebut didukung 16 kantor cabang, 85 kantor cabang pembantu (KCP), serta dua Kantor Fungsional Operation (KFO).
Seiring selesainya transformasi digital, BSI akan mengoptimalkan pengembangan bisnis emas dan layanan haji yang kini menjadi fokus utama perseroan. Langkah ini sejalan dengan status BSI yang mengantongi dual licence sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bullion bank).
Ari mengungkapkan, hingga Maret 2026 kinerja BSI Region III Palembang mencatat pertumbuhan di atas rata-rata industri perbankan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen secara tahunan (year on year), sementara pembiayaan meningkat 26 persen.
Pertumbuhan juga terlihat pada bisnis emas. Tabungan emas melonjak 406,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan peningkatan jumlah rekening (Number of Accounts/NOA) mencapai 937 persen. Di sisi lain, tabungan haji dan jumlah nasabahnya juga tumbuh sekitar 18 hingga 19 persen secara tahunan.
Secara nasional, kinerja BSI juga tetap menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, perseroan membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,80 triliun atau tumbuh 17,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset mencapai Rp452 triliun, DPK sebesar Rp382 triliun, dan pembiayaan menembus Rp332 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga.
Menurut Ari, fondasi teknologi yang lebih kuat akan menjadi modal penting bagi BSI untuk memperluas layanan digital sekaligus memperkuat inklusi keuangan syariah di berbagai daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....