Tantangan Penurunan Produksi Migas, SRB Optimis Keberlanjutan Sumur Cantik

  • 10 Jun 2026 10:15 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Muara Enim- Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Sele Raya Belida optimis tetap melakukan produksi satu dari delapan sumur Migas di Wilayah Kerja (WK) Belida, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Satu sumur tersebut mampu menghasilkan 1, 3 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah tantangan penurunan alami produksi migas.

Field Superintendent PT Sele Raya Belida, Elvi Hakim menyebutkan produksi awal di WK Belida Muara Enim terdapat delapan sumur, namun sejumlah sumur tidak menghasilkan yakni West Sungai Anggur dan SAS Utara 1. “Bahkan sudah beberapa sumur sudah ada yang berproduksi namun terhenti seperti Sumur Anggur Selatan (SAS) 1 dan SAS 2,” jelas Elvi saat pemaparan dalam kegiatan Media Field Trip Forum Jurnalis Migas, Senin 8 Juni 2026.

Elvi menjelaskan satu sumur tersebut merupakan Sumur Cantik yang tengah menjalani proses workover—serangkaian pekerjaan teknis untuk mengembalikan kemampuan produksi sumur. Aktivitas ini membuat produksi dihentikan sementara demi memastikan pekerjaan dilakukan dengan aman dan sesuai prosedur.

“Mengapa diberi nama Sumur Cantik karena simbol harapan agar sumur tersebut mampu menghasilkan minyak dengan kualitas dan produksi yang baik. Selain itu diharapkan sumur lainnya juga dapat berproduksi kembali,” ungkap Elvi.

PT Sele Raya Belida (SRB) tidak hanya fokus pada produksi energi namun juga melalui berbagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah dijalankan sepanjang 2025. Diantaranya program kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga bantuan kemanusiaan.

PR Supervisor PT SRB, Valentina, menegaskan bahwa keberhasilan industri migas tidak semata diukur dari angka produksi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan perusahaan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. “Kami ingin keberadaan perusahaan tidak hanya menghadirkan energi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Sementara itu, kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Syafri, mengatakan kegiatan kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman publik mengenai industri hulu migas. Menurutnya, industri migas saat ini menghadapi tantangan besar karena minyak dan gas bumi merupakan sumber daya yang tidak terbarukan,

“Target produksi nasional harus terus dijaga, sehingga diperlukan berbagai langkah untuk menjaga keberlanjutan produksi. Salah satu tugas utama kami adalah menahan laju penurunan produksi sekaligus mendorong kegiatan eksplorasi dan pengembangan agar produksi dapat meningkat,” kata Safei.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....