Forum Sawit Sumatera Selatan Imbau Petani Tingkatkan Produktivitas

  • 03 Jun 2026 08:10 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Forum Sawit Sumatera Selatan mengimbau para Petani Kelapa Sawit meningkatkan produktivitas lahan perkebunan Kelapa Sawit milik mereka. Karena ditengah harga beli Tandan Buah Segar (TBS) Sawit yang menurun, namun kebutuhan minyak sawit dunia masih tinggi.

“Harga Sawit dunia memang tidak selalu bisa kita kendalikan, tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan petani. Dengan meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya yang tidak perlu, menggunakan pupuk secar tepat, memperkuat kelembagaan petani, dan fokus jangka Panjang,” ungkap Ketua Forum Sawit Sumatera Selatan, Rudi Aprian, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Rudi, dengan meningkatkan produktivitas kebun yang terawat baik akan tetap menghasilkan keuntungan meskipun harga beli TBS sedang turun. Petani juga diimbau menggunakan pupuk secara tepat

“Jangan asal mengurangi pemupukan. Prioritaskan pemupukan yang benar agar produksi tetap terjaga,” lanjut Rudi.

Petani juga harus mengevaluasi biaya operasional tanpa mengorbankan perawatan kebun. “Penting juga bagi petani Kelapa Sawit untuk mengurangi biaya yang tidak perlu,” jelas Rudi.

Selain itu, petani juga harus terlibat dan bersama memperkuat kelembagaan sesama Petani Kelapa Sawit. “Bergabung dengan koperasi atau kelompok tani dapat memperkuat posisi tawar petani dalam pemasaran TBS,” ujar Rudi.

Terakhir Forum Sawit Sumsel meminta agar petani fokus jangka panjang, karena harga sawit selalu mengalami siklus naik dan turun. “Petani yang bertahan biasanya adalah petani yang mampu mengelola kebunnya dengan baik saat harga rendah,” tegas Rudi.

Disisi lain, Rudi juga menyebut, kondisi Perkebunan Kelapa Sawit saat ini secara umum, masih menjadi salah satu sektor yang kuat di Indonesia. “Permintaan dunia terhadap minyak sawit masih besar karena digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari minyak goreng, bahan makanan, hingga kosmetik,” sebut Rudi.

Namun dalam beberapa bulan terakhir harga sawit mengalami koreksi atau penurunan setelah sebelumnya sempat berada di level yang cukup tinggi. “Artinya, yang terjadi saat ini lebih kepada penyesuaian pasar, bukan karena sawit kehilangan pembeli,” sebutnya.

Karena itu, Rudi meminta Petani Kelapa Sawit tidak perlu panik. Tetap fokus pada produktivitas kebun dan efisiensi biaya sambil menunggu pasar kembali membaik. Tidak ada yang bisa memastikan harga dengan tepat,” jelas Rudi

Rudi mengemukanan jika melihat kondisi saat ini kondisi dunia terkait permintaan biodiesel dalam negeri masih kuat, selain ebutuhan minyak sawit dunia masih tinggi, dan produksi tidak selalu bisa terus meningkat karena faktor cuaca dan usia tanaman.

“Karena itu banyak pelaku pasar memperkirakan ruang penurunan harga mulai terbatas dan peluang pemulihan harga tetap terbuka apabila permintaan global kembali menguat. Harga sawit memang sedang mengalami tekanan, tetapi fundamental industri sawit masih cukup kuat,” pungkas Rudi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....