Pakar Pemasaran Ingatkan Bahaya Kampanye Negatif Antar-Merek
- 17 Mar 2026 07:17 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Serangan terhadap pesaing melalui kampanye negatif kerap terjadi dalam persaingan bisnis. Strategi ini dinilai berisiko besar bagi reputasi merek jika dilakukan secara tidak adil.
Pakar pemasaran Ignatius Untung membahas isu tersebut dalam video berjudul Sisi Gelap Negative Campaign – Market Think 182 di kanal YouTube @MarketeersTV. Tayangan tersebut diunggah, Jumat 21 November 2025.
Ignatius menjelaskan masyarakat sering menyamakan kampanye negatif dengan kampanye hitam. Padahal kedua istilah tersebut memiliki perbedaan mendasar dalam etika bisnis.
“Negative campaign mengangkat kekurangan pesaing, sedangkan black campaign membuat pesan tidak sesuai realitas,” ujarnya.
Ia menegaskan kampanye negatif masih berangkat dari fakta atau kondisi nyata. Sementara kampanye hitam menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Dalam video tersebut, Ignatius mencontohkan persaingan pada industri air minum dalam kemasan. Isu kesehatan terhadap merek dominan kerap dimanfaatkan sebagai strategi menyerang pesaing.
Selain industri air minum, persaingan juga terjadi di sektor mi instan dan media massa. Gangguan distribusi hingga ketersediaan produk disebut menjadi taktik yang sering digunakan.
Ignatius mengingatkan strategi menyerang pesaing secara tidak adil dapat berdampak buruk terhadap citra perusahaan. Konsumen Indonesia cenderung bersimpati kepada pihak yang dianggap sebagai korban.
“Kalau ketahuan menyerang pesaing tidak fair, risikonya gede banget karena brand dianggap tidak kompetitif,” tuturnya.
Ia menyarankan perusahaan lebih fokus menonjolkan keunggulan produk sendiri. Menurutnya pendekatan tersebut lebih efektif untuk membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....