Pegadaian Sumbagsel Catat Pertumbuhan Pinjaman Tertinggi Nasional

  • 29 Jan 2026 17:29 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) III Sumbagsel mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang gemilang. Di tengah tren kenaikan harga emas dunia yang turut berdampak pada harga emas domestik, Pegadaian Sumbagsel justru berhasil memanfaatkan momentum tersebut untuk mendorong pertumbuhan bisnis gadai secara signifikan.

Berdasarkan data internal per 28 Januari 2026, Kanwil III Sumbagsel mencatatkan pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) tertinggi dibandingkan seluruh kantor wilayah Pegadaian di Indonesia. Pertumbuhan pinjaman Year to Date (YtD) mencapai 7,40 persen, sebuah capaian yang menempatkan Sumbagsel di posisi teratas secara nasional.

Kenaikan harga emas menjadi katalis utama meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan gadai. Dengan harga emas yang lebih tinggi, nilai taksiran barang jaminan emas ikut meningkat, sehingga nasabah memperoleh pinjaman yang lebih besar tanpa harus menjual aset berharganya.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan, fenomena ini disambut positif oleh masyarakat di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, hingga Lampung.

“Kenaikan harga emas dalam sebulan terakhir menjadi momentum bagi nasabah. Data kami menunjukkan per 28 Januari 2026, OSL Gross Gadai di Kanwil Sumbagsel telah mencapai Rp4,91 triliun. Pertumbuhan 7,40 persen ini merupakan yang tertinggi secara nasional,” ujar Novryandi, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menambahkan, capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya literasi keuangan masyarakat dalam mengelola aset. Alih-alih menjual emas saat harga naik, masyarakat justru memilih menggadaikannya untuk memperoleh likuiditas jangka pendek.

“Masyarakat kini semakin cerdas. Saat harga emas naik, mereka tidak terburu-buru menjual aset, tetapi memilih opsi gadai. Aset tetap dimiliki, kebutuhan dana segar tetap terpenuhi,” jelasnya.

Pertumbuhan pinjaman ini tercatat merata di seluruh area kerja Kanwil III Sumbagsel. Area Palembang memimpin dengan pertumbuhan 7,73 persen (YtD), disusul Area Jambi sebesar 7,34 persen, dan Area Lampung mencapai 6,90 persen.

Tak hanya secara kumulatif, secara harian kinerja Pegadaian Sumbagsel juga menunjukkan tren positif. Dalam sepekan terakhir Januari, volume pinjaman bertambah rata-rata Rp18 miliar hingga Rp28 miliar per hari.

Novryandi juga menekankan, kemudahan layanan turut menjadi faktor pendorong meningkatnya transaksi gadai. Digitalisasi layanan memungkinkan nasabah mengakses produk Pegadaian dengan lebih cepat dan praktis, bahkan dari rumah.

“Proses gadai kini jauh lebih mudah. Ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat tanpa prosedur rumit,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....