Duta Muda Sumsel Dorong Promosi Wisata Budaya lewat Kreativitas Gen Z
- 29 Sep 2026 20:54 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Misel Agisfa Putri (Harapan 1 Gadis FE UNSRI 2026) dan Rahmad Saputra (Wakil 1 Bujang Pariwisata & Kebudayaan Sumsel 2026) tekankan peran duta sebagai edukator ekonomi, promotor wisata dan budaya Sumsel
- Pariwisata Palembang meningkat lewat event di cagar budaya seperti Museum SMB II, BKB, Kambang Iwak, kuliner Pempek Tumpah dan JSC, plus Aksi Bersih Sungai Musi; promosi juga merambah Banyuasin seperti Rumah Pesirah Bari dan Taman Betua
- Gen Z didorong manfaatkan medsos kreatif untuk promosi luar daerah, tingkatkan fasilitas wisata, seimbangkan IPK dan skill, dengan program ke depan seminar kewirausahaan dan jadi MC Grand Final Putra-Putri Wajah Pesona Sumsel 3 Oktober 2026
RRI.CO.ID, Palembang - Generasi muda Sumatera Selatan kini tampil sebagai motor penggerak promosi pariwisata dan kebudayaan daerah melalui peran aktif sebagai duta kampus dan duta pariwisata. Semangat tersebut tercermin dari kiprah Misel Agisfa Putri, Harapan 1 Gadis FE UNSRI 2026, dan Rahmad Saputra, Wakil 1 Bujang Pariwisata dan Kebudayaan Sumsel 2026.
Dalam Obrolan Sore Ceria di studio Pro2, Minggu, 27 September 2026, keduanya sepakat bahwa peran duta dinilai tidak sekadar representasi visual, melainkan sebagai agen edukasi yang membawa nilai dan potensi daerah ke ruang yang lebih luas. "Menjadi Gadis FE itu bukan hanya soal penampilan, tetapi bagaimana kita bisa memberikan edukasi perekonomian dan potensi daerah baik di internal maupun eksternal kampus," ujar Misel.
Kontribusi serupa juga dijalankan melalui tugas mempromosikan kekayaan pariwisata dan warisan budaya agar lebih dikenal oleh generasi muda. "Tugas kami adalah mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah serta mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap warisan budaya tempat asalnya," kata Rahmad.
Pariwisata Palembang sendiri menunjukkan perkembangan signifikan dengan meningkatnya penyelenggaraan event di kawasan cagar budaya sebagai daya tarik wisata. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Benteng Kuto Besak, dan Kambang Iwak kini hidup dengan berbagai aktivitas, termasuk potensi kuliner seperti Pempek Tumpah di Pasar 16 Ilir dan kawasan rekreasi Jakabaring Sport City.
Kepedulian terhadap keberlanjutan wisata juga diwujudkan melalui gerakan Aksi Bersih Sungai Musi yang melibatkan duta wisata untuk menjaga kebersihan lingkungan ikon kota Palembang. Upaya promosi tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, tetapi juga merambah potensi Kabupaten Banyuasin seperti Rumah Pesirah Bari, Taman Betua, dan kawasan Taman Nasional melalui konten advokasi di media sosial.
Optimalisasi media sosial menjadi strategi utama Gen Z dalam memperluas jangkauan promosi pariwisata Sumsel agar dikenal hingga ke luar daerah. "Kami memanfaatkan media sosial untuk membuat konten yang kreatif, karena sekarang promosi pariwisata harus dikemas menarik agar bisa menjangkau luar Sumsel," ungkap Rahmad.
Selain kreativitas digital, peningkatan kualitas fasilitas wisata dan keseimbangan antara prestasi akademik dengan pengalaman lapangan menjadi perhatian penting bagi generasi muda. Kenyamanan wisatawan dinilai sebagai faktor penentu agar pengunjung tertarik untuk kembali, seiring dengan pentingnya membangun keterampilan dan pengalaman di luar pencapaian indeks prestasi.
Komitmen pemberdayaan masyarakat menjadi agenda ke depan melalui program sosial dan edukasi kewirausahaan yang menyasar generasi muda di Sumatera Selatan. "Ke depan saya ingin mengadakan seminar kewirausahaan untuk mendidik generasi muda agar berani menciptakan peluang kerja, bukan hanya mencari kerja," tutup Misel, dengan agenda terdekat keduanya akan menjadi MC pada grand final Pemilihan Putra-Putri Wajah Pesona Sumsel 2026 pada 3 Oktober.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....