Minim Dikenal, Tak Banyak Generasi Muda Mengetahui Sulam Angkinan

  • 26 Agt 2026 08:51 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Sulam angkinan masih kurang dikenal generasi muda karena minimnya edukasi tentang warisan budaya lokal.
  • Duta Budaya Sumsel mengenalkan sulam angkinan melalui kunjungan langsung ke sentra pengrajin dan kegiatan edukasi.
  • Media sosial dimanfaatkan untuk mendokumentasikan serta memperluas pengenalan sulam angkinan kepada masyarakat.

RRI.CO.ID, Palembang - Kerajinan sulam angkinan khas Sumatera Selatan ternyata masih asing bagi sebagian besar generasi muda saat ini. Kondisi ini terungkap saat Duta Budaya Sumsel melakukan kunjungan ke sentra kerajinan sulam angkinan di kawasan Sungai Lais.

Hal ini disampaikan Direktur Regional Duta Budaya Sumsel, Ummul Umayah, dalam siaran Budaya Belajasumba Pro 4 RRI Palembang, Sabtu, 15 Agustus 2026. Maya mengaku banyak anak muda baru mengetahui keberadaan sulam angkinan setelah mengikuti kegiatan pengenalan budaya tersebut.

"Banyak banget mungkin anak-anak yang baru tahu sulam angkinan itu apa," ujar Maya. Ia menyebut kerajinan ini diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga pengrajin hingga saat ini.

Maya menjelaskan kerajinan sulam angkinan saat ini dijalankan oleh generasi penerus bernama Ibu Ayu. Usaha tersebut terus berkembang seiring pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.

"Ibu Ayu menyambut kami dengan hangat, dijelaskan, dan diajarin cara membuatnya," katanya. Maya menegaskan kunjungan tersebut menjadi bagian dari program edukasi budaya yang rutin dilakukan Duta Budaya Sumsel.

Founder Seni Ambara, Rhafli Banimar Trijaya, menambahkan banyak generasi muda sebenarnya bukan tidak peduli terhadap budaya lokal, melainkan minimnya pengetahuan menjadi penyebab utama rendahnya kesadaran terhadap warisan budaya seperti sulam angkinan.

"Generasi muda tuh bukan enggak mau tahu dan enggak peduli sebenarnya sama budaya, mereka hanya kurang mendapatkan edukasi," ungkap Rhafli. Ia menyebut edukasi menjadi kunci penting agar generasi muda mengenal kembali warisan budaya di sekitar mereka.

Maya menyebut program kunjungan budaya rutin dilakukan setiap pekan untuk memperkenalkan berbagai warisan di Sumsel kepada anggota Duta Budaya Sumsel. Kegiatan tersebut turut menyasar situs budaya lain seperti Bukit Seguntang dan pertunjukan Tari Lilin Siwa.

Maya berharap pengenalan sulam angkinan dapat terus dilakukan agar kerajinan tersebut tidak semakin ditinggalkan generasi muda. Ia menegaskan dokumentasi kegiatan turut dibagikan melalui media sosial agar jangkauan edukasi semakin luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....