Persiapan Hari Tari Dunia 2026 Bersama Komunitas Satapa

  • 28 Mar 2026 16:25 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Hari Tari Dunia sendiri punya sejarah yang panjang termasuk di Indonesia sudah lebih dahulu populer di Solo dengan menari selama 24 jam tanpa berhenti. Hal ini ditegaskan oleh Heriyandi Ketua dan Pendiri Komunitas Sanggar Tari Palembang ( Satapa ) dan Ketua Pelaksana Hari Tari Dunia 2026 ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Kamis 26 Maret 2026.

Heriyandi menerangkan berkaitan dengan peringatan Hari Tari Dunia Komunitas Sanggar Tari Palembang tengah mempersiapkan berbagai acara. Acara ini akan dipertunjukkan dengan acara menarik.

Acara ini akan dilaksanakan secara meriah dengan dukungan beragan pihak. Seperti dari Dinas Kebudayaan akan menyediakan tempat kemudian Dinas Pariwisata akan membantu tenda, penerangan dan sound system.

"Kolaborasi terbuka untuk berbagai komunitas seni baik dari dalam atau luar Kota Palembang bahkan antusias peserta meliputi semua daerah seperti Banyuasin, Ogan ilir, OKI juga dari Bengkulu dan Lampung," ujarnya.

Peserta yang akan ikut kali ini hanya fokus wilayah Sumatera Selatan saja agar koordinasi bisa berjalan lancar. Sehingga acara nanti bisa berjalan maksimal dan berkualitas karena akan menampilkan beragam jenis tarian dari tradisional sampai ke tarian Internasional.

Pada penyelenggaraan hari tari tahun ini akan membawa tema menari 10 jam tanpa henti. Hal ini merupakan pengembangan dari kegiatan sebelumnya bahkan akan ditingkatkan hingga mencapai durasi 24 jam.

Satu hal yang menarik pada kegiatan ini adalah menampilkan tari Bedana khas Palembang. Membawa arasemen modern dengan melibatkan 600 penari dari beragam profesi dan usia dari anak anak sampai dewasa.

Kegiatan edukasi lain adalah workshop tari yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tehnik gerakan tari, sejarah tari dan aspek kostum hingga riasan wajah.

"Diharapkan kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi generasi muda, menumbuhkan kecintaan terhadap seni tari dan budaya lokal ditengah arus modernisasi dan akan menjadi agenda tahunan dengan mendapatkan dukungan baik dari Pemerintah dan partisipasi masyarakat agar terjaganya eksistensi seni tari di Sumatera Selatan," pesan Heriyandi menutup obrolan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....