Pertamina EP Zona 4 Bangkitkan Produksi Sumur LBK-29

  • 17 Apr 2026 07:15 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Prabumulih - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 membuktikan bahwa sumur tua bukan berarti habis masa jayanya. Lewat langkah well intervention yang presisi, perusahaan berhasil menghidupkan kembali sumur LBK-29 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan hasil yang melampaui ekspektasi awal.

Pada uji alir yang dilakukan Selasa, 24 Maret 2026, sumur ini mencatatkan produksi impresif sebesar 552 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 0,35 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Padahal sebelumnya, sumur yang berada di wilayah kerja PEP Prabumulih Field ini sempat "mati suri" atau berhenti mengalir total pada pertengahan Maret lalu akibat penurunan tekanan alami reservoir.

General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan, strategi perusahaan kini tidak hanya terpaku pada perburuan sumur baru, tetapi juga memaksimalkan aset yang sudah ada. "PEP Zona 4 tak hanya berfokus pada pengeboran sumur-sumur baru, tetapi juga melakukan optimalisasi sumur eksisting agar bisa mendorong peningkatan produksi migas secara efisien, rendah risiko, dan berkelanjutan," ujar Djudjuwanto dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 April 2026.

Rahasia di balik lonjakan produksi ini terletak pada penerapan teknologi artificial lifting menggunakan Electric Submersible Pump (ESP). Intervensi yang dilakukan selama empat hari, sejak 20 hingga 24 Maret 2026, terbukti ampuh menarik sisa cadangan minyak dari perut bumi menggunakan prinsip pompa sentrifugal.

Metode ESP dipilih karena stabilitas operasionalnya yang tinggi dan kemampuannya menangani sumur dalam seperti LBK-29. Dengan teknologi ini, laju produksi yang sebelumnya hanya berada di angka 205 BOPD justru melonjak drastis setelah intervensi dilakukan.

Djudjuwanto menambahkan, meski mengejar target produksi untuk ketahanan energi nasional, aspek keselamatan tetap menjadi harga mati dalam setiap operasional di lapangan. "Keselamatan adalah budaya di Pertamina. Tidak ada target operasional yang lebih penting daripada memastikan keselamatan seluruh pekerja serta masyarakat dan lingkungan sekitar," tegasnya.

Keberhasilan di Sumur LBK-29 ini menjadi angin segar bagi industri hulu migas nasional, sekaligus menjadi bukti bahwa efisiensi melalui optimasi sumur eksisting mampu memberikan dampak instan dan signifikan terhadap lifting minyak di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....