Anantara, Wadah Mahasiswa Lestarikan Budaya Sumsel
- 05 Okt 2026 21:54 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Mahasiswa PGSD Universitas Sriwijaya menghadirkan Pagelaran Seni Anantara sebagai wadah melestarikan budaya Sumatera Selatan melalui berbagai medium seni.
- Kegiatan ini merupakan program tahunan yang memadukan seni drama, tari, musik, paduan suara, dan karya seni rupa untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa.
- Pagelaran seni ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk mengenali dan melestarikan budaya daerah secara langsung.
RRI.CO.ID, Palembang - Mahasiswa PGSD Universitas Sriwijaya menghadirkan Pagelaran Seni Anantara sebagai wadah melestarikan budaya Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut memadukan seni drama, tari, musik, paduan suara, serta karya seni rupa mahasiswa.
Pimpinan Produksi Pagelaran Seni Anantara, Muhammad Ridho Nugraha mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program tahunan mahasiswa PGSD. Menurutnya, pagelaran seni menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal budaya daerah.
“Sebagai generasi muda, kita perlu melestarikan dan mengangkat budaya-budaya yang ada di sekitar kita,” ujar Ridho dalam Dialog Kita Indonesia Pro 1 RRI Palembang, Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menyebut Anantara tahun ini mengangkat sejumlah kesenian lokal yang berasal dari Sumatera Selatan.
Sutradara Pagelaran Seni Anantara, Felicia Ratu Widyadhana mengatakan, perkembangan media digital turut memengaruhi ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal. Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali kesenian daerah kepada anak muda.
“Dengan adanya pagelaran kesenian yang mengangkat budaya daerah, generasi muda bisa lebih mengenal kesenian di daerahnya,” katanya. Felicia menilai kreativitas mahasiswa diperlukan agar budaya lokal tetap menarik di tengah pengaruh budaya global.
Dalam pagelaran tersebut, mahasiswa semester lima menampilkan pertunjukan drama yang mengangkat legenda Sumatera Selatan. Cerita Gua Putri dan Si Pahit Lidah dipilih karena belum pernah diangkat mahasiswa dalam pagelaran sebelumnya.
Felicia menjelaskan, proses persiapan pertunjukan dilakukan melalui penyusunan naskah, casting pemain, latihan musik, tari, serta pengembangan konsep pementasan. Penyusunan naskah drama tersebut membutuhkan waktu sekitar dua minggu sebelum memasuki tahap latihan.
Selain drama, mahasiswa semester tiga juga mempersiapkan sekitar sepuluh kelompok tari, delapan kelompok band, dan paduan suara. Sementara mahasiswa semester satu turut menghasilkan karya seni lukis yang nantinya dipamerkan dalam rangkaian kegiatan.
Ridho menyebut seluruh mahasiswa dalam satu angkatan turut terlibat dalam persiapan pagelaran tersebut. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam tim artistik mencapai sekitar seratus orang dengan tugas masing-masing.
Menurut Ridho, keterlibatan mahasiswa dalam kesenian tidak hanya melatih kemampuan artistik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kerja sama. Ia menilai setiap pertunjukan membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai pemain hingga tim tata panggung, kostum, tata suara, dan pencahayaan.
Pagelaran Seni Anantara dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2026 di Aula KM 5 FKIP Universitas Sriwijaya. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung sejak pagi hingga sore dengan rangkaian pertunjukan seni dari mahasiswa.
Ridho berharap Anantara dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal kembali kekayaan seni budaya Sumatera Selatan. Ia juga mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan budaya lokal agar semakin dikenal secara luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....