Kemarau Jadi Momentum Introspeksi dan Mendekatkan Diri kepada Allah

  • 21 Sep 2026 11:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Seorang muslim perlu menyikapi kemarau dengan sabar tetap berusaha mencari solusi, sehingga kondisi ini dapat terus meningkatkan keimanan kepada Allah.
  • kemarau yang diperparah dengan kabut asap dapat menjadi teguran bagi umat manusia.
  • Marilah kita menjadikan kemarau ini sebagai momentum untuk saling mengingatkan, memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar semoga hujan yang dinantikan akan segera turun, membawa keberkahan dan rahmat dari Allah

RRI.CO.ID, Palembang - Kemarau panjang menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat kesabaran sekaligus meningkatkan ikhtiar dalam menghadapi berbagai kesulitan. Kondisi tersebut juga dapat menjadi ruang untuk melakukan introspeksi, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Palembang Ustaz Andi Irawan menyampaikan pandangan tersebut dalam program Mutiara Pagi RRI Palembang. Ia menjadi narasumber melalui sambungan telepon dari Studio Pro 1 pada Sabtu, 19 September 2026.

Menurut Andi, kemarau panjang dapat menjadi ujian bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai kondisi sulit. Sikap tersebut perlu dihadapi dengan hati yang ikhlas tanpa memperbanyak keluhan, katanya.

Umat Islam dapat menjadikan kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Memperbanyak doa dan ibadah menjadi bagian dari upaya spiritual dalam menghadapi masa sulit.

“Terkadang kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia sesuai pesan Al-Qur'an mengenai kerusakan di darat dan laut oleh perbuatan manusia sendiri,” ujarnya.

Namun, kesabaran dalam menghadapi bencana tidak berarti hanya menunggu tanpa melakukan tindakan. Menurut Andi, masyarakat tetap perlu melakukan usaha nyata dengan menjaga lingkungan dan mencegah berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat juga perlu menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap alam yang telah diberikan Allah untuk kehidupan manusia.

Kemarau yang disertai kabut asap juga dapat menjadi bahan introspeksi bagi masyarakat. Andi mengajak umat Islam mengambil hikmah dari kondisi tersebut dengan memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam menghadapi kemarau, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, berdoa, dan melakukan muhasabah. Ikhtiar tersebut perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan serta mencari solusi terhadap dampak kemarau.

Andi juga mengingatkan pentingnya memahami konsep takdir secara tepat dalam kehidupan seorang muslim. Menurutnya, manusia tetap berkewajiban berusaha secara maksimal sebelum menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah dengan sabar dan penuh keyakinan.

“Marilah kita menjadikan kemarau ini sebagai momentum untuk saling mengingatkan, memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar,” tuturnya.

Andi berharap doa dan ikhtiar masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi kemarau yang berlangsung. Ia juga berharap hujan segera turun sehingga membawa keberkahan dan rahmat bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....